Menjadi Guru Hebat "Rajab Effendi"
Jadilah guru yang selalu dirindukan oleh siswanya. Hadirkan kasih sayang penuh ketulusan untuk siswa-siswi kita
Selasa, 22 Desember 2015
Permainan Toss Perkalijab
KARYA ILMIAH
PENERAPAN PERMAINAN TOSS PERKALIJAB UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IVA SDIT RABBI RADHIYYA MATERI OPERASI HITUNG PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KABUPATEN REJANG LEBONG
Disusun oleh :
Nama : RAJAB EFFENDI
NIM : 825472149
Program Studi : S-1 PGSD
Pokjar : Curup, Rejang Lebong
Masa Regsitrasi : 2015.2
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS TERBUKA
UNIT PROGRAM BELAJAR JARAK JAUH BENGKULU
2015
ABSTRAK
Penerapan Permainan Toss Perkalijab Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IVB SDIT Rabbi Radhiyya Materi Operasi Hitung Pada Mata Pelajaran Matematika Kabupaten Rejang Lebong
Oleh Rajab Effendi/825472149
Kata Kunci : Hasil Belajar dan Permainan Toss Perkalijab
Proses pendidikan yang berlangsung di sekolah adalah proses interaksi dari beberapa komponen pendidikan seperti guru, siswa, sumber belajar, kurikulum, dan sarana pembelajaran lain. Tujuan pembelajaran dapat berupa pencapaian suatu kompetensi, penguasaan materi, atau pengembangan minat dan bakat. Salah satu tujuan guru melaksanakan pembelajran dikelas adlah untuk meningkatkan hasil dan motivasi belajar siswa didiknya. Peningkatan hasil dan motivasi belajar siswa biasanya digunakan sebagai salah satu indicator bahwa proses pembelajaran telah berhasil. Dengan demikian sala satu yang penulis temukan dalam proses pembelajaran yang penulis coba terapakan untuk meningkatakn hasil dan motivasi belajar yaitu dengan penerapan permainan toss perkalijab untuk meningkatakan pemahaman perkalian siswa kelas IVA SDIT Rabbi Radhiyya Curup
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mengatasi kesulitan pembelajaran matematika khususnya pada pokok bahasan perkalian terutama dalam mengingat perkalian 1-10. Jenis penelitian ini adalah Penelitian indakan Kelas (PTK) dengan 2 siklus, Dimana proses penelitian ini berdasarkan empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.
Penelitian ini menghasilkan adanya peningkatan hasil belajar siswa pada pokok bahasan operasi hitung, Terilihat pada persentase setiap siklusnya yaitu prasiklus 68,8 %, Siklus 1 : 74,8 % dan Siklus 2 80 %. Jadi dengan demikian penerapan permaian toss perkalijab ini dapat digunakan dalam proses pembelajaran.
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Proses pendidikan yang berlangsung di sekolah adalah proses interaksi dari beberapa komponen pendidikan seperti guru, siswa, sumber belajar, kurikulum, dan sarana pembelajaran lain. Adanya interaksi antar komponen pendidikan tersebut bertujuan untuk membelajarkan siswa agar mampu mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Tujuan pembelajaran dapat berupa pencapaian suatu kompetensi, penguasaan materi, atau pengembangan minat dan bakat.
Pembelajaran di sekolah saat ini masih banyak bersifat konvensional. Pembelajaran masih menerapkan teacher centered approaches di mana guru masih menjadi pusat informasi bagi siswa. Pola pembelajaran ini lebih mengedepankan keaktifan guru dari pada siswa. Guru masih banyak yang menganggap pembelajaran di kelas hanya untuk menuntaskan materi yang ada di buku atau sebatas pencapaian kompetensi dasar. Siswa kurang diberi kesempatan untuk lebih aktif dalam pembelajaran guna mengembangkan pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.
Salah satu unsur yang sangat penting dalam pencapaian tujuan pembelajaran adalah penggunaan media sebagai alat bantu dalam kegiatan pembelajaran. Penggunaan media tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang baru dan kongkrit namun juga dapat menjadi alat bantu agar siswa dapat mengkontruksikan kemampuan yang telah dimiliki siswa sebelumnya.
Seperti yang dinyatakan Hamalik dalam Arsyad (2009: 15) bahwa pemakaian media dalam proses pembelajaran dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan, bahkan membawa pengaruh psikologis terhadap siswa. Selain itu fungsi media dalam kegiatan pembelajaran tidak hanya sebagai alat bantu guru melainkan sebagai pembawa informasi atau pesan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
Hasil pengamatan terhadap proses pembelajaran di kelas IV SDIT Rabbi Radhiyya, menunjukkan bahwa pemanfaatan media pembelajaran yang dilaksanakan masih sangat minim, pelaksanaan proses pembelajaran masih satu arah yaitu dari guru ke murid dan guru menjadi sumber informasi bagi siswa. Selain itu aktivitas siswa dalam proses pembelajaran rendah. Siswa tampak pasif dan lebih banyak kegiatan mendengarkan informasi yang disampaikan guru kemudian mengerjakan latihan yang diberikan oleh guru.
Penggunaan media belajar yang kurang menarik menyebabkan siswa lebih cepat bosan dan kurang termotivasi dalam belajar. Penggunaan media belajar tampak kurang memperhatikan berbagai unsur yang dapat menarik dan meningkatkan motivasi siswa, seperti adanya unsur permainan dan kompetisi yang menantang siswa untuk berlomba.
Beberapa permasalahan yang dialami oleh siswa di atas pada akhirnya menyebabkan siswa mendapatkan nilai atau prestasi belajar yang rendah. Hal ini tampak dari rendahnya motivasi siswa pada pembelajaran Matematikat terutama pada materi perkalian yang diujicobakan kepada siswa. Hasil tes menunjukkan bahwa sebagian besar siswa malas belajar Matematika karena banyaknya siswa yang belum hapal perkalian
Rendahnya motivasi aktivitas dan prestasi belajar siswa pada pembelajaran Matematika materi perkalian merupakan masalah yang harus dipecahkan oleh guru. Temuan dilapangan hal ini disebabkan siswa tidak hapal perkalian. Oleh karena itu penulis mencoba pemanfaatan media permainan melalui permain toss perkalijab untuk mengatasi masalah pembelajaran di atas dan diharapkan dapat memberi solusi yang tepat terhadap masalah pembelajaran tersebut.
Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakan permasalahan yang terjadi dalam proses pembelajaran penulis diskusi dengan teman sejawa untuk engidentifikasi maka diperoleh permasalahanya sebagai berikut:
Hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika dibawah KKM yaitu 70 dikategorikan rendah
Anak belum berani bertanya untuk hal yang belum jelas kepada guru.
Siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran berlangsung.
Siwa banyak yang belum hapal materi perkalian sehingga sat menjawab soal mengalami kesulitan
Analisa Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas dari hasil refleksi dengan teman sejawat ditemukan kendala-kendala yang dihadapi, dan diketahui bahwa faktor penyebab rendahnya tingkat penguasaan siswa terhadap meteri pelajaran Matematika adalah sebagai berikut :
Model pembelajaran kurang tepat sehingga rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika
Untuk meningkatkadan n motivasi hasil belajar, Serta daya ingat perkalian siswa dalam mejawab soal maka diterapkanlah media pembelajaran melalui permainan toss perkalijab.
Sebagai akibat kurang maksimal dalam menggunakan alat atau media pembelajaran maka siswa kurang termotivasi dan aktif dalam proses pembelajaran.
Alternatif dan prioritas pemecahan masalah
Mengacu pada permasalahan yang muncul dalam pembelajaran siswa khususnya pada pembelajaran Matematika yang telah diuraikan pada latar belakang, penulis memilih suatu alternatif pendekatan pemecahan masalah yang dianggap dapat mengatasi permasalahan dengan hasil yang baik yaitu dengan menerapkan metode permainan “Toss Perkalijab” Mengapa pemainan ini yang penulis gunakan, karena penulis melihat sesuai dengan latar belakang yang telah ditemukan dilapangan penulis melihat banyak guru yang kebingunan menemukan teknik memberikan pemahaman dalam meningkatkan hapalan perkalian siswa dan perlu kita ketahui bahwa untuk konsep hapalan perkalian itu dimulai dari kelas tiga. Hal ini juga dasar penulis mengenalkan lebih dekat konsep perkalian melalui permainan,sehingga permainan ini nanti dapat memudahkan siswa dalam mengingat perkalian.
Rumusan Masalah
Apakah media permaanan toss perkalijab dapat meningkatkan motivasi belajar matematika siswa kelas IV SDIT Rabbi Radhiyya Curup Tahun Ajaran 2015-2016
Tujuan Penelitian Perbaikan Pembelajaran
Tujuan
Tujuan Umum:
Sebagai bentuk inovasi dan kreativitas di bidang pembelajaran Matematika, terutama dalam hal menciptakan media pembelajaran yang bermanfaat pada pembelajaran Matematika.
Sebagai salah satu bentuk pilihan permainan diantara permainan lain yang sudah ada, yang bersifat mendidik dan kental dengan nuansa Matematika, yang selama ini masih jarang ditemui.
Tujuan Khusus
Merancang dan membuat media pembelajaran berupa permainan yang dikemas dengan toss perkalijab untuk meningkatkan Mengingat hapalan perkalian siswa kelas IVB SDIT Rabbi Radhiyyah Curup.
Mengevaluasi seberapa efektif hasil dan manfaat penggunaan Toss Perkalijab di dalam pembelajaran Matematika pada pokok bahasan Materi Perkalian kelas IV SDIT Rabbi Radhiyya sesuai dengan kriteria keefektifan yang ditetapkan.
Manfaat Penelitian Perbaikan Pembelajaran
Adapun manfaat penelitian ini adalah sebagi berikut
Bagi peserta didik diharapkan bermanfaat dalam membantu mempermudah mengingat perkalian khususnya pada pokok bahasan perkalian serta diharapkan sekaligus meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.
Bagi guru sendiri diharapkan memancing kreativitas dan berinovasi dalam membuat model, media maupun pendekatan pembelajaran yang bisa mempermudah pembelajaran di kelas
Bagi sekolah diharapkan Toss Perkalijab bisa dijadikan salah satu media pelengkap pembelajaran Matematika.
Toss Perkalijab diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang tidak hanya sebagai media belajar matematika di kelas tetapi lebih jauh sebagai salah satu alternatif permainan yang mendidik selain yang sudah ada, misal: scrabble. Sejauh pengamatan penulis masih amat jarang terdapat permainan sejenis kartu yang menggunakan permainan Toss.
KAJIAN PUSTAKA
Pembelajaran Matematika
Istilah Matematika berasal dari bahasa Yunani "Mathematikos" yang berarti secara ilmu pasti, atau "Mathesis" yang berarti ajaran, pengetahuan abstrak dan deduktif, dimana kesimpulan tidak ditarik berdasarkan pengalaman keinderaan, tetapi atas kesimpulan yang ditarik dari kaidah-kaidah tertentu melalui deduksi (Ensiklopedia Indonesia). Sedangkan Hudojo (1988) dalam Gustini, D (2010), mengatakan bahwa “matematika.berkenaan dengan ide-ide/konsep-konsep abstrak yang tersusun secara hierarkis dan penalarannya
Belajar matematika dengan menyenangkan, itu merupakan salah satu aspek yang ingin diwujudkan melalui metode PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan).
Sehubungan dengan ciri menyenangkan dalam PAKEM, Rose and Nocholl (2003) dalarn Anonim (2009), mengatakan bahwa pembelajaran yang menyenangkan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
a. Menciptakan lingkungan tanpa stress (relaks), lingkungan yang aman untuk melakukan kesalahan, namun harapan untuk sukses tetap tinggi.
b. Menjamin bahwa bahan ajar itu relevan. Anda ingin belajar ketika Anda melihat manfaat dan pentingnya bahan ajar.
c. Menjamin bahwa belajar secara emosional adalah positif, yang pada umumnya hal itu teriadi ketika belajar dilakukan bersama orang lain, ketika ada humor dan dorongan semangat, waktu rehat dan jeda teratur serta adanya dukungan antusias.
d. Melibatkan secara sadar semua indera dan juga pikiran otak kiri dan otak kanan.
e. Menantang peserta didik untuk dapat berpikir jauh ke depan dan mengekspresikan apa yang sedang dipelajari dengan sebanyak mungkin kecerdasan yang relevan untuk memahami bahan ajar.
Kegiatan melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan 1-10 diberikan dengan suasana menyenangkan dan dilakukan sambil bermain, jadi anak tidak akan merasa bosan dan terbebani. Kegiatan melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan 1-10 bisa dilakukan bersama-sama dengan kegiatan lain yang telah digariskan sesuai dengan kurikulum sekolah dasar.
Konsep Perkalian dalam pembelajaran Matematika
Perkalian adalah operasi matematika penskalaan satu bilangan dengan bilangan lain. Operasi ini adalah salah satu dari empat operasi dasar di dalam aritmetika dasar (yang lainnya adalah perjumlahan, perkurangan, dan perbagian).
Perkalian terdefinisi untuk seluruh bilangan di dalam suku-suku perjumlahan yang diulang-ulang; misalnya, 3 dikali 4 (seringkali dibaca "3 kali 4") dapat dihitung dengan menjumlahkan 3 salinan dari 4 bersama-sama:.
Perkalian dapat juga digambarkan sebagai pencacahan objek yang disusun di dalam persegi panjang (untuk semua bilangan) atau seperti halnya penentuan luas persegi panjang yang sisi-sisinya memberikan panjang (untuk bilangan secara umum). Balikan dari perkalian adalah perbagian: ketika 3 kali 4 sama dengan 12, maka 12 dibagi 3 sama dengan 4.
Perkalian diperumum ke jenis bilangan lain (misalnya bilangan kompleks) dan ke konstruksi yang lebih abstrak seperti matriks.
Permainan Toss Perkalijab
Istilah toss dalam bahasa asing berarti lemparan sedangkan perkali adalah operasi hitung dalam pembelajaran matematika. Konsep Permainan toss perkalijab yang peneliti temukan ini adalah konsep yang peneliti kreasikan sendiri melalui suatu jenis permainan anak-anak dimana permainan ini desebut dengan toss gambaran. Permainan tos ini biasanya anak-anak mengunakan kartu gambaran dilakukan dengan mengetoss kedua tangan masing masing bagi gambaran yang hidup makan pemain yang kalah berhak memberikan jumlah gambaran yang telah ditentuk biasanya permainan ini bebas. Toss perkalijab adalah permainan yang mengunakan kedua tangan masing masing pemain mengetos tangaya kepemain satu dengan aturan yang telah ditetapkan bedanya pada permainan tos yang anak-anak biasa gunakan. Kau permainan toss perkalijab mengunakan kartu perkali dimana kartu tersebut memuat kartu perkalian yang ditulis dikartu bagi pemaina yang kalah nanti akan memberikan jumlah kartu kepada pemenang sesuai jumlah hasil kali yang ada dikartu perkali. Perkalijab adalah istilah yang dikonsep penulis dengan arti toss adalah cara bermainanya, perkali adalah pokok bahasan dalam permainan, jab adalah penemu dari permainan toss perkalijab yaitu rajab. Dalam permainan toss perkalijam ada beberapa kartu yang perlu digunakan dalam permainan yaitu kartu toss perkalijab, bang soal perkalijab dan bonus perkalijab yang digunakan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Ahli pendidikan anak menyatakan bahwa cara belajar anak yang paling efektif adalah dengan bermain. Dalam bermain anak dapat mengembangkan otot besar maupun otot halusnya, meningkatkan penalaran, memahami lingkungan, membentuk daya imajinasi, dunia nyata, dan mengikuti tata tertib dan disiplin.
Secara ilmiah bermain memotivasi anak untuk mengetahui sesuatu lebih mendalam dan secara spontan anak mengembangkan kreativitasnya. Dengan bermain anak mendapat banyak informasi tentang peristiwa, orang, binatang, dan segala sesuatu yang ada disekitarnya. Anak punya kesempatan bereksperimen, memahami konsep-konsep sesuai dengan perkembangan anak.
Tentunya bermain toss perkalijab adalah permainan kreatif sambil berhitung. Anak- anak sambil bermain tanpa sadar belajar berhitung dasar manik-manik congkak
Dengan demikian dapat disimpulkan toss perkalijab adalah konsep permaianan yang mengunakan toss pada pokok perkalian dengan mengunakan kartu perkali, bang soal perkali dan bonus perkali yang diciptakan oleh rajab dengan peraturan yang telah ditentukan.
Adapun prosedur pertauran dalam permainan toss perkalijab adalah sebgai berikut :
Permainan toss perkalijab dilakukan secara berpasanagan.
Pemain menyediakan alat tulis selama permainan yang digunakan untuk menulis bang soal perkalijab.
Pemain masing-masing memiliki kartu Toss Perkalijab yang akan digunakan dalam bermain Toss.
Pemain harus mengetahui kartu-kartu yang dilarang dalam bermain yaitu perkaialai 4x9,4x10,5x8,5x9,5x10.
Pemain melaksanakan permainan dengan denga cara masing-masing pemain mengambil kartu sesuai selerah masing masing bebas mau kartu toss perkalijab yang jumlahnya besar maupun yang kecil.
Pemainan menempelkan ke telapak tangan masing kemudian melakukan Toss Perkalijab.
Pemain menyimak tata cara permainan yang disampaikan guru.Adapun tata cara permainanya adalah
Pemain wajib memilik pasangan
Pemain melakukan toss perkalijab
Bagi kartu tos perkalijab yang hidup maka pemain yang kalah berhak memberikan jumlah kartu yang dimiliki sebanyak jumlah nilai tossperkalijab. Misal kartu tertulis angka 2x2 hasilnya 4 jadi yang kalah berhak memberikan kartu sebanyak 4 kartu bebas, dilakukan secara terus.
8. Bagi pemain yang tidak bisa menjawab nilai angka yang akan dikeluarkan yang tertulis dikartu maka penulis diberikesempatan mencari melalui alat manual dengan kertas Guram Perkalijab. Namun dalam permainan ini pemain memiliki Bonus tabungan 3 poin dalam tos perkalijab. Jadi masing-masing memiliki kesempatan melihat bonus perkalijab hanya 3 x dalam permainan. Apabilah tidak mau mencari dengan jalan kertas Guram Perkalijab. Bagi pemain yang menang 3 x secara berurutan pemain berhak mendapat bonus 1 Poin yang bernilai 5 yang di simpan di banso tosperkali semakin banyak poin maka akan mendekati kemenangan dalam permaian yang akan dijumlahkan dengan skor nilai.
9. Setiap pemain wajib menuliskan jumlah nilai setiap kartu yang menang dalm kartu toss perkalijab
10. Permainan akan berakhir apabila pemain kehabisan kartu, kemudian masing-masing pemain menjumlahkan skor yang ada di banso toss perkalijab. Skor tertinggi menjadi pemenang dalam permaian TOSS PERKALIJAB dan berhak mendapat penghargaan berupa bonus bintang toss perkalijab yang akan direkomendasikan terhadap nilai mata pelajaran semakin banyak bintang maka semakin tinggi nilai mata pelajaran.
Hasil Belajar
Hasil belajar merupakan perubahan tingkah laku yang diperoleh pembelajar setelah mengalami aktivitas belajar (Anni, 2004). Hasil belajar yang dimaksud dalam penulisan ini adalah kemampuan yang dimiliki oleh siswa setelah memperoleh pengalaman belajar. Pengalaman belajar yang diberikan berkenaan dengan penggunaan media pembelajaran kemistripoli dan cara konvensional pada pengajaran materi Konsep Mol. Hasil belajar pada penulisan ini hanya berkenaan dengan hasil belajar pada ranah kognitif (pengetahuan).
Bloom dalam Setyowati (2007) menggolongkan hasil belajar ke dalam tiga ranah, yaitu:
Ranah kogitif, berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari 6 aspek, yakni pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis dan penilaian.
Ranah afektif, berkenaan dengan hasil belajar sikap yang tampak pada peserta didik dalam berbagai tingkah laku spserti perhatiaannya terhadap pelajaran, disiplin, motivasi belajar, menghargai tutor dan teman sekelas, kebiasaan belajar dan hubungan sosial. Dalam hal ini sikap diartikan sebagai reaksi seseorang terhadap suatu stimulus yang datang kepada dirinya. Ada tiga komponen sikap, yakni kognisi, afeksi dan konasi. Kognisi berkenaan dengan pengetahuan tentang objek atau stimulus yang dihadapinya, afeksi berkenaan dengan perasaan dalam menanggapi objek tersebut, sedangkan konasi berkenaan dengan kecenderungan berbuat kepada objek tertentu, misal sikap siswa terhadap mata pelajaran kimia.
Ranah psikomotorik, berkenaan dengan hasil belajar keterampilan dan kemampuan bertindak. Ranah psikomotoris dapat dilihat dari kegiatan atau aktivitas yang dilakukan peserta didik selama proses belajar mengajar berlangsung.
Tolak ukur untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam belajar adalah dengan hasil belajar yang telah dicapai oleh peserta didk selama mengikuti proses belajar mengajar. Hasil belajar merupakan kegiatan banyaknya perubahan yang terjadi setelah proses belajar selesai jika dibandingkan dengan keadaan seseorang sebelum melakukan kegiatan belajar (Depdikbud dalam Delila, 2010). Hasil belajar bisa dikatakan baik apabila banyak terjadi perubahan positif (dalam hal kualitas dan bobotnya) pada diri seseorang yang diakibatkan oleh kegiatan belajar.
PELAKSANAAN PENELITIAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN
Subyek , Tempat, waktu dan Pihak yang Membantu dalam Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SDIT Rabbi Radhiyya Curup Kecamatan Curup Tengah Kabupaten Rejang Lebong pada tahun pelajaran 2015/2016. Ruang lingkup dari penelitian tindakan kelas ini, yaitu membahas permasalahan tentang penerapan penerapan permainan toss perkalijab untuk meningkatkan motivasi hasil belajar dalam mengingat perkalian siswa dikelas IVA SDIT Rabbi Radhiyya Curup
Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas IVA SDIT Rabbi Radhiyya Curup tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 25 orang siswa yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Waktu penelitian dilaksanaka pada semester ganjil tahun ajaran 2015-2016 pada bulan Oktober dan November dilaksanakan sebanyak 2 sklus. Pihak yang membantu dalampenelitian ini adalah kepala sekolah guru, siswa dan teman sejawat.
Desain Prosedur Perbaikan Pembelajaran
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau ClassroomAction Research (CAR) yaitu suatu bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu agar dapat memperbaiki dan meningkatkan praktek-praktek pembelajaran di kelas secara lebih professional.
Desain penelitian ini menggunakan model Kemmis dan Tagart dengan tahapan perencanaan, tindakan dan pengamatan serta refleksi untuk setiap siklus.
Penjelasan dari alur desain Kemmis dan Tagart sebagai berikut:
Siklus I
a. Proses Perencanaan (Planning)
Ada tahap perencanaan ini peneliti berupaya menyusun beberapa rencana yang digunakan sebagai acuan dalam melaksanakan perbaikan pembelajaran, rencana tersebut adalah
Mengadakan refleksi atas pembelajaran yang dilaksanakan dengan mencatat kelemahan maupun kekurangan serta hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran, kemudian didiskusikan dengan teman sejawat dan dikonsultasikan kepada supervisor. Dari 24 siswa yang memperoleh nilai tuntas hanya 7 orang, penyebab kegagalan tersebut diduga karena guru kurang bervariasi dalam menerapkan metode dan minat belajar siswa yang masih kurang
Mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang akan dilaksanakan.
Merancang sarana dan prasarana pembelajaran tentang “Melakukan Operasi Perkalian dan Pembagian bilangan 1-100, yaitu papan dakon dan manik-manik
Menyusun rencana perbaikan pembelajaran dan lembar observasi.
Meminta bantuan kepada teman sejawat untuk mengamati proses perbaikan pembelajaran.
b. Proses Pelaksanaan (Acting)
Langkah-langkah pelaksanaan perbaikan pembelajaran peningkatan kemampuan melakukan perkalian dan pembagian bilangan 1-10 dengan menggunakan permainan toss perkalijab sebagai berikut:
1. Kegiatan Awal (5 menit)
- Mengucapkan salam
- Mengabsen siswa
- Menyiapkan media pembelajaran
a. Mengadakan apersepsi
Contoh : Sebutkan jenis-jenis operasi hitung !
b. Orientasi : Coba sebutkan contoh-contoh perkalian dan pembagian bilangan 1-10!
c. Motivasi : Mengajak anak untuk menyebutkan contoh-contoh perkalian dan pembagian bilangan 1-10
2. Kegiatan Inti (20 menit)
a. Eksplorasi
Guru menjelaskan secara singkat jenis-jenis operasi hitung
Guru menuliskan contoh-contoh operasi hitung perkalian bilangan 1-10
Guru menuliskan contoh-contoh operasi hitung pada bilangan kelipatan 10 dengan bilangan dua angka dalam perkalian.
Guru menuliskan contoh-contoh operasi hitung pada bilangan tiga angka dengan bilangan satu angka dalam perkalian
Guru melakukan Tanya Jawab tentang operasi hitung perkalian bilangan
3. Kegiatan Penutup (10 menit)
Memberikan rangkuman hasil Tanya jawab untuk dicatat.
Memberikan tugas kepada siswa untuk dikerjakan dirumah.
Memberikan tes soal-soal secara tertulis.
Memberikan tugas mandiri bagi siswa yang mengalami perbaikan
c. Proses Pengamatan (Observing)
Pada tahap pengamatan peneliti meminta bantuan kepada teman sejawat untuk mengamati jalannya pembelajaran dan mencatat kegiatan. Adapun kegiatannya adalah :
- Observer mengamati jalannya pembelajaran dan mencatat kekurangan maupun kelemahan untuk didiskusikan.
Observer mengamati kegiatan siswa dan kegiatan guru.
- Data diperoleh dari hasil ulangan tes formatif dengan pokok bahasan “Melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan 1-10” dengan instrumen berupa soal tes formatif yang terdiri atas pilihan ganda, isian dan uraian singkat dilengkapi dengan pedoman penilaian.
d. Proses Analisis dan Refleksi (Reflecting)
Setelah peneliti melaksanakan perbaikan pembelajaran pada siklus I kemudian mengadakan refleksi mengangan-angan kekurangan maupun kelemahan dalam proses pembelajaran, meskipun sudah diadakan perbaikan namun masih mengalami kegagalan dan belum berhasil secara maksimal. Dari 29 siswa yang memperoleh nilai tuntas baru 20 orang, sehingga untuk mencapai hasil yang maksimal guru harus mengadakan perbaikan kembali melalui siklus II. Kegagalan tersebut diduga karena penerapan metode yang masih belum dipahami sepenuhnya oleh siswa dan media pembelajaran yang masih asing bagi siswa
Siklus II
Setelah melaksanaan perbaikan pembelajaran melalui siklus I belum berhasil, maka peneliti mengadakan perbaikan kembali melalui siklus II yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan/pengumpulan data/instrument, serta analisis dan refleksi.
a. Proses Perencanaan (Planning)
Pada tahap perencanaan ini peneliti menyusun beberapa rencana yang digunakan sebagai acuan dalam melaksanakan perbaikan pembelajaran tahap II, rencana tersebut adalah:
- Mengadakan refleksi atas pembelajaran pada siklus I yang dilaksanakan dengan mencatat kelemahan maupun kekurangan serta hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran, kemudian didiskusikan dengan teman sejawat dan dikonsultasikan kepada supervisor. Dari 25 siswa yang memperoleh nilai tuntas baru 13 orang, penyebab kegagalan tersebut diduga karena banyak siswa keliru dalm menjawab soal dikarenakan lupa perkalian oleh karena itu hasil belajar siswa masih belum maksimal.
Mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang akan dilaksanakan.
Merancang sarana dan prasarana pembelajaran tentang “Melakukan Operasi.
Menyusun rencana perbaikan pembelajaran dan lembar observasi.
Meminta bantuan teman sejawat untuk mengamati proses pembelajaran
b. Proses Pelaksanaan (Acting)
Langkah-langkah pelaksanaan perbaikan pembelajaran peningkatan kemampuan melakukan perkalian dan pembagian bilangan 1-10 dengan menggunakan permainan toss perkalijab sebagai berikut:
1. Kegiatan Awal (5 menit)
Mengucapkan salam
Mengabsen siswa
Menyiapkan media pembelajaran
a.Mengadakan apersepsi
Contoh : Sebutkan jenis-jenis operasi hitung !
b. Orientasi : Coba sebutkan contoh-contoh perkalian dan pembagian bilangan 1-10!
c. Motivasi : Mengajak anak melakokan hypnoterafy motivation
2. Kegiatan Inti (20 menit)
a. Eksplorasi
Guru menjelaskan secara singkat jenis-jenis operasi hitung.
Guru menuliskan contoh-contoh operasi hitung perkalian bilangan 1-10
Guru menuliskan contoh-contoh operasi hitung pembagian bilangan 1-10.
Guru melakukan Tanya jawab tentang operasi hitung perkalian dan pembagian bilangan 1-10.
Guru membagi lembar soal latihan dan membimbing secara bergantian.
b. Elaborasi
Guru mengelompokkan siswa, setiap kelompok terdiri dari 2 siswa untuk melakukan permainan dakon.
Guru membimbing siswa untuk lebih fokus melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan 1-10 menggunakan manik-manik dan lubang dakon.
Guru membantu siswa untuk melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan 1-10 pada lembar soal latihan yang sudah diberikan
c. Konfirmasi
Guru bersama siswa membuat rangkuman tentang operasi hitung perkalian dan pembagian bilangan 1-10
3. Kegiatan Penutup (10 menit)
a. Memberikan rangkuman hasil Tanya jawab untuk dicatat.
b. Memberikan tugas kepada siswa untuk dikerjakan di rumah.
c. Memberikan tes soal-soal secara tertulis
d. Memberikan tugas mandiri bagi siswa yang mengalami perbaikan.
c. Proses Pengamatan (Observing)
Pada tahap pengamatan peneliti meminta bantuan kepada teman sejawat untuk mengamati jalannya pembelajaran dan mencatat kegiatan. Adapun kegiatannya adalah :
Observer mengamati jalannya pembelajaran dan mencatat kekurangan maupun kelemahan untuk didiskusikan.
Observer mengamati kegiatan siswa dan kegiatan guru.
Data diperoleh dari hasil ulangan tes formatif dengan pokok bahasan “Melakukan operasi perkalian bilangan 1-10” dengan instrumen berupa soal tes formatif yang terdiri atas pilihan ganda, isian dan uraian singkat dilengkapi dengan pedoman penilaian.
d. Proses Analisis dan Refleksi (Reflecting)
Refleksi pada siklus II dilaksanakan dengan maksud untuk mengukur ketercapaian hipotesi tindakan pembelajaran sudah tercapai atau belum. Ternyata setelah pembelajaran siklus II berakhir dengan mengoptimalkan penggunaan alat pelajaran, berupa alat bermain toss perkalijab penguasaan siswa terhadap materi pelajaran dapat lebih meningkat dan memperoleh hasil yang memuaskan. Belajar dari pelaksanaan perbaikan pembelajaran pada siklus I dimana perhatian siswa hanya tertuju pada permainan dakon, maka pada siklus II guru melakukan refleksi dengan memfokuskan siswa pada materi operasi perkalian bilangan 1-10 dengan memberikan lembar-lembar soal yang harus dikerjakan siswa dan diberi batas waktu. Sehingga dari 25 siswa yangmemperoleh nilai tuntas sejumlah 22 siswa. Jadi tidak perlu diadakan perbaikan pembelajaran pada siklus III
Teknik Analisis Data
Penilaian Hasil Ketuntasan Belajar Siswa Pada mata pelajaran Matematika
Ketuntasan Belajar Klasikal
KB = (NS x 100%)/N
Dimana: KB = Ketuntasan belajar klasikal
NS = Jumlah nilai seluruh siswa
N = Jumlah Siswa
(Arikunto, 2002)
Kriteria Penerapan Kebermanfaatan Alat melalui hasil belajar siswa
Dalam penggunaan penerapan permaina toss perkalijab ditetapkan kriteria-kriteria untuk menetapkan apakah penggunaan permainan ini cukup efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Kriteria yang harus dipenuhi adalah
Secara klasikal 85 % siswa memperoleh nilai ≥ Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Standar SDIT pada Mata Pelajaran Matematika ≥ 70)
Penilaian Aktivitas Belajar Siswa
Kriteria penilaian untuk setiap aspek yang diamati pada lembar observasi ditunjukkan dengan Tabel berikut:
Tabel 1. Kriteria Penilaian untuk Lembar Observasi
Keterangan Skor Nilai
5 = Sangat Baik 50 Sangat Baik
4 = Baik 40 - 49 Aktif
3 = Cukup Baik 30 - 49 Cukup Aktif
2 = Kurang Baik 20 - 29 Kurang Aktif
1 = Tidak Baik 10 - 19 Tidak Aktif
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Deskripsi Per Siklus
Berdasarkan identifikasi serta rumusan masalah, berikut akan peneliti uraikan secara singkat dan sederhana tentang hasil-hasil perbaikan yang telah dilakukan dalam dua siklus. Uraian secara lengkap sebagai berikut.
Siklus I
a. Data tentang Perencanaan
Dalam tahap perencanaan, peneliti mengadakan refleksi atas pembelajaran yang dilaksanakan, kemudian mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang akan dilaksanakan. Peneliti juga merancang sarana dan prasarana pembelajaran, yaitu kartu-kartu toss perkalijab, bangsoal perkalijab. Dalam rencana perbaikan pembelajaran disusun lembar observasi/pengamatan bagi pengamat. Data selengkapnya terlampir.
b. Data tentang Pelaksanaan
Perbaikan pembelajaran dilaksanakan pada hari Senin, 30 Oktober 2015. Materi yang diajarkan adalah Melakukan Perkalian bilangan 1-10 dengan menggunakan permainan toss perkalijab sesuai dengan rencana perbaikan pembelajaran siklus I.
Proses pembelajaran dilaksanakan secara bertahap yang diawali menjelaskan materi dan prosedur permainan toss perkalijab. Hasil pembelajaran dianalisis untuk menentukan apakah upaya perbaikan pembelajaran tersebut berhasil atau tidak. Sebelum dilakukan perbaikan pembelajaran peneliti telah melakukan refleksi atas pembelajaran yang telah dilaksanakan tanpa melakukna permainan toss perkalijab.
Hasil data sebelum perbaikan pembelajaran siklus I disajikan dalam tabel dan grafik sebagai berikut :
Tabel 2
Hasil Evaluasi siklus
No. Rentang Nilai Jumlah Siswa
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12 40 -44
45 -49
50 -54
55 -59
60 -64
65 -69
70 -74
75 -79
80 -84
85 -89
90 -94
95 -100 1
-
8
1
3
-
6
2
-
-
6
-
Jumlah 25
Gambar 1.
Grafik Diagram batang Hasil evaluasi Pra siklus
Dari data tabel dan grafik 1 di atas terbaca bahwa nilai terendah yang diperoleh siswa adalah 40 sedangkan yang tertinggi adalah 90. Data nilai perolehan siswa tersaji dalam 12 rentang nilai. Daftar nilai hasil pembelajaran pra siklus I dan siklus I terlampir (Lampiran 5).
Melihat dari hasil penelitian di atas, maka hal tersebut mendoorng peneliti untuk melaksanakan perbaikan pembelajaran siklus I dengan menggunakan permainan toss perkalijab. Hasil dari evaluasi pada akhir siklus I mengalami peningkatan. Data hasil penelitian dapat dilihat pada tabel dan grafik 2 berikut ini :
Tabel 3
Hasil Evaluasi Siklus I
No. Rentang Nilai Jumlah Siswa
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10 60 - 63
64 - 67
68 - 71
72 - 75
76 - 79
80 - 83
84 - 87
88 - 91
92 - 95
96 – 100 7
1
5
5
-
1
2
1
3
-
Jumlah 25
Gambar 1.
Grafik Diagram batang Hasil evaluasi siklus I
Pada perbaikan pembelajaran Siklus I perolehan nilai terendah siswa adalah 60 dan tertinggi adalah 95. Penyajian data nilai tersaji dalam 10 rentang nilai terlihat pada table dan grafik batang di atas. Daftar nilai hasil pembelajaran pra siklus I dan siklus I terlampir (Lampiran 5).
c. Data tentang Observasi/Pengamatan
Berdasarkan dari observasi/pengamatan yang telah dilakukan, diperoleh temuan sebagai berikut :
Beberaa siswa masih belum memahami prosedur permainan toss perkalijab
Siswa masih minder karea ada beberapa siswa yang belum hapal perkalian
Siswa sudah cukup aktif tapi belum maksimal
Dengan menggunakan permainan toss perklaijab kemampuan melakukan perkalian siswa mengalami peningkatan walaupun mereka mash bingung dengan prosedur permainan.
Data hasil observasi/pengamatan terlampir
d. Data tentang Refleksi
dari hasil pengamatan tabel dan grafik 1 dan 2 terdapat perbedaan pergerakan batang yang merupakan bentuk perolehan nilai siswa. Grafik tersebut sudah menunjukkan nilai tes formatif siswa meningkat. Tetapi hasilnya kurang memuaskan. Pada umumnya siswa belum mampu banyak mengingat operasi perkalian dan bilangan 1-10 dengan benar. Hal ini disebabkan : 1) Siswa masih merasa asing dengan permainan toss perkalijab, sehingga ketika permainan ini pertama kali diterapkan perhatian mereka tertuju pada permainan toss perkalijab bukan pada materi yang diberikan guru, 2) Guru tidak membatasi waktu pengerjaan soal yang sudah dibagikan kepada siswa.
Karena hasilnya belum memuaskan kemudian peneliti mengambil tindakan untuk mengadakan perbaikan pembelajaran melalui siklus II. Dan akan melakukan usaha memfokuskan perhatian siswa pada materi operasi perkalian bilangan 1-10 melalui permanan dakon. Selain itu guru akan membatasi waktu pengerjaan soal sehingga siswa tidak hanya sibuk bermain.
Siklus II
Data tentang Perencanaan
perencanaan tindakan pada siklus II dilaksanakan berdasarkan dari hasil refleksi yang peneliti lakukan pada siklus I. Untuk mencapai 80% ketuntasan belajar matematika pada materi operasi perkalian dan pembagian bilangan 1-10 siswa kelas IVA SDIT Rabbi Radhiyya Tahun Ajaran 2015/2016, peneliti berupaya melakukan perbaikan pembelajaran melalui siklus II dengan mengoptimalkan metode dan media pembelajaran.
Dalam tahap perencanaan ini, merancang sarana dan prasarana pembelajaran, yaitu papan dakon dan manik-manik. Juga membuat lembar observasi/pengamatan bagi pengamat. Data selengkapnya terlampir
Data tentang Pelaksanaan
Perbaikan pembelajaran dilaksanakan pada hari Senin, 6 November –2015. Materi yang diajarkan adalah Melakukan Operasi Perkalian bilangan 1-10 dengan menggunakan alat permainan toss perkalijab yang disesuai dengan rencana perbaikan pembelajaran siklus I.
Proses pembelajaran dilaksanakan secara bertahap yang diawali dengan demonstrasi dan diakhiri dengan mengulas kegiatan dan evaluasi. Hasil pembelajaran dianalisis untuk menentukan apakah upaya perbaikan pembelajaran tersebut berhasil atau tidak.
Usaha mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran dalam perbaikan pembelajaran pada Siklus II dimaksudkan sebagai upaya mebantu siswa untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran, sehingga siswa mudah untuk melakukan operasi perkalian 1-10 yang akhirnya bisa mencapai hasil belajar secara optimal.
Setelah melaksanakan perbaikan pembelajaran siklus II, peneliti mengumpulkan data-data hasil pembelajaran, menganalisis, melakukan refleksi dan mendiskusikan dengan teman sejawat, dari kegiatan tersebut terekam kegiatan kondisi pembelajaran yang mengarah pada peningkatan. Peningkatan tersebut meliputi aktifitas guru maupun siswa dalam proses pembelajaran, serta hasil evaluasi diakhir pembelajaran. Peningkatan dimaksudkan dapat dijelaskan sebagai berikut :
Ada relevansi antara permainan dengan materi. Dalam hal ini siswa dalam proses pembelajaran melal permainan toss perkalijab lebih dapat mengingat perkalian sehingga aak saat melaukan permainan anak belajar mengingat kembali materi perkalian.
Media dapat meningkatkan kreatifitas siswa. Sebab dengan melakukan permainan toss perkaliab siswa dapat mengingat operasi perkalian bilangan 1-10 dengan cara mereka sendiri.
Metode demonstrasi dan penggunaan media tersebut ternyata memberikan dampak yang cukup positif bagi keberhasilan siswa dalam menguasai konsep.
Ternyata setelah diadakan tes formatif hasilnya mengalami peningkatan. Perolehan nilai ketuntasan belajar sudah meningkat.
Selanjutnya, data peningkatan tersebut disajikan pada tabel dan grafik 3 berikut ;
Tabel 4
Hasil Evaluasi Pembelajaran Siklus II
No. Rentang Nilai Jumlah Siswa
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10 60 - 63
64 - 67
68 - 71
72 - 75
76 - 79
80 - 83
84 - 87
88 - 91
92 - 95
96 - 100 2
2
3
3
-
7
3
1
1
4
Jumlah 25
Gambar 3.
Grafik Diagram batang Hasil evaluasi siklus II
Dari tabel dan grafik 3 di atas terlihat bahwa nilai terendah yang diperoleh siswa adalah 65, sedangkan nilai tertinggi 100. Data perolehan nilai hasil evaluasi tersaji dalam 6 kelas interval sebagai berikut :
Pada grafik 3 terlihat perbedaan yang sangat mencolok pergerakan pada batang kelas interval pertama, kedua dan ketiga. Pergerakan batang pada grafik naik dari kelas interval terendah ke kelas interval tertinggi. Keadaan ini menggambarkan adanya peningkatan hasil belajar pada perbaikan pembelajaran Siklus II.
Peningkatan hasil evaluasi belajar mulai dari pembelajaran pra siklus sampai pada perbaikan pembelajaran siklus II, dapat pula dijelaskan sebagai berikut :
Hasil evaluasi pra siklus
Rata-rata nilai : 64.80
Siswa yang tuntas : 13
Siswa yang belum tuntas : 12
Prosentase ketuntasan : 52 %
Hasil evaluasi siklus I
Rata-rata nilai : 74,80
Siswa yang tuntas : 18
Siswa yang belum tuntas : 7
Prosentase ketuntasan : 72 %
Hasil evaluasi silus II
Rata-rata nilai : 80.80
Siswa yang tuntas : 22
Siswa yang belum tuntas : 3
Prosentase ketuntasan : 88 %
Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa perbaikan pembelajaran yang dilaksanakan oleh peneliti melalui permainan toss perkalijab dapat meingkatkan hasil belajar siswa.
Data peningkatan ketuntasan belajar siswa seperti diuraikan diatas dapat disajikan dalam tabel dan grafik 4 di bawah ini.
Tabel 5
Prosentase Ketuntasan Belajar
N0 Ketuntasan Pra Siklus Siklus 1 Siklus 2
Jumlah % Jumlah % Jumlah %
1 Tuntas 13 52 % 18 72 % 22 88 %
2 Belum Tuntas 12 48 % 7 28 % 3 12 %
Gambar 4.
Grafik Diagram batang Pra Siklus, Siklus I dan Siklus II
Secara kronologis, gambar 4 menggambarkan peningkatan yang terus terjadi sejak Siklus I sampai siklus II. Pada pembelajaran pra siklus ketuntasan hanya 52%. Pada pembelajaran Siklus I ketuntasan mencapai 72%, dan pada perbaikan pembelajaran siklus II mencapai 88%.
Sementara itu pada grafik juga terjadi penurunan yang berlangsung terus sampai pada perbaikan Siklus II. Jika pada pembelajaran pra siklus prosentase belum tuntas 48%, pada perbaikan pembelajaran siklus I turun menjadi 22% dan pada akhirnya tinggal 12%. Rekapitulasi daftar nilai hasil pembelajaran pra siklus, siklus I dan siklus II terlampir
c. Data tentang observasi/pengamatan
Berdasarkan dari hasil observasi/pengamatan yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa guru telah melaksanakan proses belajar mengajar sesuai dengan yang direncanakan. Pada perbaikan pembelajaran siklus II ini guru sudah bisa mengoptimalkan metode dan media pembelajaran sehingga siswa lebih antusias dalam mengikuti pembelajaran materi perkalian bilangan 1-10. Hasil dari kegiatan ini siswa sudah terlihat aktif dan sudah berani bertanya bila mengalami kesulitan. Hasil dari kegiatan ini siswa sudah terlihat aktif dan sudah berani bertanya bila mengalami kesulitan. Hasil observasi/pengamatan siklus II ini dapat dilihat pada lembar observasi/pengamatan siklus II ini dapat dilihat pada lembar observasi/pengamatan terlampir.
d. Data tentang Refleksi
sampai pada perbaikan pembelajaran siklus II yaitu dengan upaya lebih memfokuskan perhatian siswa pada materi dan pemberian batas waktu pengerjaan soal telah mampu mengantarkan pada prosentase ketuntasan 83%. Ini artinya masih ada 12% lagi yang masih memerlukan perbaikan. Dan ini berarti batas ketuntasan belajar matematika tentang operasi perkalian bilangan 1-10 yaitu 80% telah tercapai. Dengan pertimbangan tersebut dan beberapa hal maka tidak dilakukan perbaikan pembelajaran selanjutnya. Lebih lanjut 12% dari 25 siswa dalam satu kelas atau 3 orang siswa dalam satu kelas yang belum tuntas ini dibahas pada pembahasan tiap siklus.
Pembahasan Per Siklus
Siklus I
Sebelum melakukan perbaikan pembelajaran atau pra siklus I peneliti belum menerapkan permainan toss perkalijab. Sehingga hasil belajar matematika siswa kelas IVA SDIT Rabbi Radhiyya Kecamatan Curup Tengah tahun ajaran 2015/2016 hanya mencapai 52% yang tuntas. Melalui refleksi maupun penemuan, peneliti telah melaksanakan perbaikan pembelajaran. Dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus I peneliti menerapkan pembelajaran permainan toss perkalijab. Dari siklus I sudah terjadi perubahan meskipun belum memuaskan. Hal ini terjadi karena metode yang digunakan tersebut belum sepenuhnya dipahami siswa sehingga kurang menunjang keberhasilan siswa.
Adapun media pembelajaran yang digunakan masih asing bagi siswa meskipun permainan toss perkalijab merupakan permainan yang sudah ada seperti dalam bentuk kartu gambaran biasa, namun bagi siswa zaman sekarang hal tersebut masih asing karena hampit tidak pernah lagi dimainkan. Ketika permainan ini dicoba perhatian siswa hanya tertuju pada permainan bukan pada materi sehingga hasil pembelajaran belum berhasil dengan maksimal. Yaitu dengan hasil yang dicapai dari 25 siswa yang memperoleh nilai tuntas hanya sejumlah 18 siswa.
Pada pelaksanaan siklus I kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru diamati oleh observer. Yang diobservasi diantaranya persiapan rencana pembelajaran, penjelasan konsep dasar materi dengan urut, penggunaan alat peraga yang belum konkrit, penggunaan metode, keterampilan guru dalam melontarkan pertanyaan kepada siswa, kemampuan guru dalam memberi motivasi, serta kemampuan guru dalam memahami perbedaan tingkat kemampuan siswa.
Siklus II
Melalui refleksi, penemuan, maupun hasil perbaikan pembelajaran pada siklus I peneliti telah berupaya menyusun dan melaksanakan rencana perbaikan pembelajaran siklus II. Dalam pelaksanaannya peneliti berupaya merancang dan melaksanakan proses pembelajaran dengan menitikberatkan pada usaha mengoptimalkan penggunaan permainan toss perkalijab.
Dalam kajian pustaka dijelaskan bahwa metode adalah cara yang digunakan dalam menyajikan bahan pelajaran untuk mencapai tujuan. Metode demonstrasi yang diterapkan peneliti dimaksudkan untuk menyajikan pembelajaran dengan cara memperlihatkan suatu proses terjadinya sesuatu hasil, yaitu dengan kegiatan siswa memasukkan manik-manik ke dalam lubang dakon sesuai kreatifitas siswa. Dengan demikian siswa kelihatan lebih aktif dan kreatif.
Media pembelajaran dipilih dengan mempertimbangkan pada tahap perkembangan anak usia SD kelas IV yang baru memasuki tahap Operasional Konkrit. Media pembelajaran yang digunakan adalah alat permainan toss perkalijab. Kartu-kartu toss perkalijab dari kerta ebal yang dibuat peneliti dan diberi gambar kartu yang unik sehingga anak lebih tertarik. Hal ini dimaksudkan untuk membangkitkan kreatifitas dan motivasi siswa. Kemudian kartu-kartu toss perkalijab tersebut digunakan sesuai dengan prosedur permainan yaitu melalui toss dan penggunaan media tersebut ternyata memberikan dampak yang cukup positif bagi keberhasilan siswa dalam menguasai konsep operasi perkalian. Dan ternyata setelah diadakan tes evaluasi hasilnya mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Terbukti bahwa dari jumlah 25 siswa yang memperoleh nilai tuntas sejumlah 22 orang dan masih ada 3 siswa yang belum memperoleh ketuntasan. Siswa yang masih belum memperoleh nilai tuntas tersebut disebabkan karena memiliki kemampuan di bawah rata-rata dibanding dengan temannya. Namun demikian guru tetap membimbing dan melatih. Pada akhir pelaksanaan siklus II sudah mencapai hasil yang cukup meningkat, pembelajaran lebih bermakna maka peneliti tidak melaksanakan perbaikan pembelajaran pada siklus berikutnya.
SIMPULAN DAN TINDAK LANJUD
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dengan melihat pada nilai rata-rata hasil tes siswa setelah melalui dua siklus, diketahui bahwa terdapat peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas IVB SDIT Rabbi Radhiyya Tahun Pelajaran 2015/2016 pada materi operasi hitung (perkalian), yaitu pada pra siklus 25 siswa yang mencapai ketuntasan minimal menjadi 13 siswa dengan persentase ketuntasan 64,8%, Pada siklus I setelah melaksanakan perbaikan di prasiklus terjadi peningkatan yaitu dari 25 siswa yang mencapai ketuntasan minimal menjadi 18 siswa dengan persentase 74,8% Selanjudnya setelah kebali merefleksikan pembelajaran pada siklus I kembali mengalami peningkatan pada siklus II mencapai ketuntasan minimal menjadi 80 % dari 25 siswa yang tuntas 22 siswa artinya terdapat peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika tersebut, Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa permainan toss perkalijab membawa hasil yang positif, terlihat meningkatanya pada hasil belajar siswa terutama pada pokok bahasan operasi hitng (perkalian) mata pelajaran Matematika siswa kelas IVB SDIT Rabbi Radhiyya Tahun Pelajaran 2015/2016.
B. Saran
Beberapa saran yang dapat diajukan adalah :
Bagi Guru
Harus selalu berusaha semaksimal mungkin menerapkan metode pengajaran yang telah ditetapkan dengan tanpa meninggalkan perhatiannyaterhadap latar belakang dan kemampuan siswa. Dalam setiap pembelajaran, khususnya pembelajaran matematika perlu adanya pendekatan, metode maupun strategi pembelajaran yang dapat menarik perhatian dan minat siswa yang hendaknya telah dipersiapkan oleh seorang guru sebelum melaksanakan proses belajar mengajar
Bagi Siswa
Tidak cukup hanya dengan mengandalkan kegiatan belajar di sekolah, sebagai siswa harus selalu aktif untuk mengembangkan kemampuan dalam segi apapun, selalu berlatih di rumah dan jangan pernah merasa takut dengan mata pelajaran matematik
DAFTAR PUSTAKA
AECT. 1977. The Definition of Education Technology. Edisi Indonesia dengan Judul Definisi Teknologi Pendidikan. Seri Pustaka Teknologi Pendidikan No 7. Jakarta: CV Rajawali
Aviantarani, Devi. 2011. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Antara Pembelajaran yang Menggunakan Alat Peraga dan Pembelajaran yang Menggunakan Media Powerpoint di SMP. Skripsi. Universitas Bengkulu
Dahar, Willis. 1998. Teori-teori Belajar. Jakarta: Erlangga
Danim, Sudarwan. 1995. Media Komunikasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara
Darsono, Max. 2000. Belajar dan Pembelajaran. Semarang: IKIP Semarang Press
Hamalik, Oemar. 1999. Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung: Sinar Baru
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Pendidikan Nasional
Rahadi, Aristo. 2003. Media Pembelajaran. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional
Sadiman, Arief S. 2002. Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Winkel, W.S. 1983. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta: Gramedia
http://www.maksudkata.web.id/arti-kata-toss-bahasa-inggris indonesia.html diakses 1 November 2015
Sabtu, 21 November 2015
3 HARI TEGANG...............Membawa BERKAH
*3 Hari tegang.......membawah berkah********
**Peristiwa 2011 di bulan pertengahan januari yang terkenang olehku..............(R)
****************************** *********************
ka sangka, sebelumnya tidak terpikir oleh ku atas kejadian ini tapi ini semua telah di atur oleh allah, jujur saat itu sebelum peristiwa itu terjadi aku merasa yakin sekali dengan sesuatu itu, tetapi nyatanya........Setelah ku menanti beberapa jam...aku dikejutkan dengan suatu hal.......Astafirullah halazim. dengan jatung yang hampir copot, perasaan yang gemetar, jari jari telunjukku yang berkeringat, . aku belum percaya apa ini mimpi atau kenyataa.......sejenak aku terdiam aku tarik napas tinggi ting lalu aku keluarkan dengan perlahan.lalu ku coba lagi melihat sesuatu tersebut.......ternyata....... ..itu memang benar peristiwa ini terjadi untukku.ya tuhan (perasaaanku saat itu) dengan kekecewaan yang begitu mendalam..aku berusaha untuk tegar.......denga gaya berjalan yang lesuh kemudian ku tancapkan Gas motorku untuk meluncur pergi kesuatu tempat.setiaba di daerah kucoba yakinkan diri untuk berusaha kembali kedua kalinya walupun perasaan ku saat itu sebenar sudah galu.terus aku yakikan bahwa esok hari aku akan menjadi seorang yang lebih bahagia dari hari ini, Beberapa jam telah kulewati.menit demi menit telah kulewati....tiba saatnya malampun tiba.diselah selah malamku kulewati dengan kondisiku yang begitu menegangkan karena aku teringgat kejadian bebrapa jam yang lalu.sampai sampai aku rasakan tubuhku malam itu teras nyeri dan saki.......Kembali aku teringat Sebelum peristiwa menyedihkna itu terjadi.malam sebelumnya aku terbangun kebetulan malam itu jam dinding dirumahku mati.jadi aku terbangun dan aku lansung Qiaumul Lail ditenga tenga malam itu juga aku berdoa semoga esok hari aku mendapa sebuah Reward/ pengrgaan yang menentukan Nasibku........Tapi itu hanya kenangan Jujur Malam itu aku menagiss..........Mengapa peristiwa ini terjadi pada diriku..........Tetapi aku tetap Optimis walupun malam itu kedua kalinya aku aku harus menyakinkan diriku akan berhasil dan berusaha semaksimal munkin..........Mlampun aku lewati seperti hari pertam malam itu aku Qiaumul Lail dan berdoa kembali..........Cling Tak tersa pukul sudah menujukan jam 09.00 dag dig dug hatiku mulai gemetar kembali.......ku yakinkan bahwa yang kedua kali ini aku pasti berhasil......................Alhamdul illah akhirnya selesay juga...........Tinggal menunguh hasinya..........hari itu dengan perasaan yang penuh keyakinan aku terus tetap optimis.walupun setiap aku langkakan kakiku entah mengapa perasaanku gemetar sekali.aku kulur kilir berjalan tidak keruan...sampai saat itu tampa aku sadar ada yang merekam dg vidio diriku di saaat aku tegang dan lbingung mukin inilah yang namanya kecemasan. Dag dig dug Akhirnya segerahlah di umumkan .......................Dengan penu semangat aku langsung melihat hasilnya...............Wahhh Peristiwa itu terjadi lagi..Ya allah kenapa harus seperti ini.........................Ma sya allah hari itu aku meras peristiwa yang lebih parah untuk diriku, untung teman meriward.........tapi Rasa sedih yang mendalam itu sepertinya lengket sekali pada diriku sampai aku erasa bingung.dan sempat lingling.aku menagiss dalam hati........menagis menangis......Jujur memang tidak kutampakan tagisanku pada orang disekitar.tapi entah mengapa Psikologis ku menunjukan aku sangat kecewa.....yahhhh mengapa ini terjadi pada diriku............jujur aku meras sangat jarang kecewa yang mendalam tapi hari ini.........wuihh pedih pedih pedih.............Astafirullah ........dalam hatiku berkata ini bukan segalah galanya. untung secara kejiwaaan hari itu aku termasuk orang yang tegar.........Akhirnya ku cuba ikuti peristiwa yang ketiga kalinya...........walupun Tubuhku terasa berat lebih dari hari kemarin.......Dengan perasaan akhirnya detik demi detik, jam demi jam terlewatkan juga hari yang kedua yang menyedihkan itu.......Tak terasa malapun telah tibah seperti biasanya aku coba kembali berusaha........jujur usaha yg ketiga kali aku aku akui usaha yang bisa dibilang usaha dalam kondisi yang sangt sedih terutam diriku yang sudah hampir putus asa..........Tapi dengan Spritual diru alhamdulillah aku masih istkoma dan berharap semua kejadian ini pasti ada hikmanya........Aku menangiss lagi(dalam hati berkata ngak percaya sekali peristiwa ini aku alami)........Tidak tersa ternyata hari suadah siang. kesempatan terakhirku.adalah hari ini pabilah ini juga tidak berhasil maka putuslah harapanku..................
**Peristiwa 2011 di bulan pertengahan januari yang terkenang olehku..............(R)
******************************
ka sangka, sebelumnya tidak terpikir oleh ku atas kejadian ini tapi ini semua telah di atur oleh allah, jujur saat itu sebelum peristiwa itu terjadi aku merasa yakin sekali dengan sesuatu itu, tetapi nyatanya........Setelah ku menanti beberapa jam...aku dikejutkan dengan suatu hal.......Astafirullah halazim. dengan jatung yang hampir copot, perasaan yang gemetar, jari jari telunjukku yang berkeringat, . aku belum percaya apa ini mimpi atau kenyataa.......sejenak aku terdiam aku tarik napas tinggi ting lalu aku keluarkan dengan perlahan.lalu ku coba lagi melihat sesuatu tersebut.......ternyata.......
Wuih waktunya telah tiba..........dengan perasaan tengang aku terus meyakinkan diriku bahwa aku akan berhasil..........
Jreng waktu pengumuman yg ke tiga telah tiba.............dalam hati sellu menyebut nama ya alllah..........ya allah aku mhon bantulah aku yang terakhir ini yallah.....................ya allha.............yallah.Pengu muman telah tiba.waktu itu aku tidakmenunggu pengumuman karena aku sedang sholat asyar..........setelah sholat asyar..........kemudian barulah aku menuju tempat pengumuman tersebut..........belum sampai di pintu aku dikejutkan dengan........temanku dia bilang X kamu yang sabar ya............dan sekarang kamu dipanggil............ Dag Dig Dug hampir copot jantungku yang ke 3 kalinya..ya alllah apa benar yang dibilang temanku..............Dalam hatiku berkata............Kemudian kutegarkan hatiku lalu aku memasuki temapat pengumuman.dari jarak jau ku lihat ada seorang yang terseyum dan bilang selamat kamu berhasil dengan..........hasil yang memuaskan.(aku terseyum) benarkah itu yang benar.........alhamdulillah walaupun yang ke 3 kali aku berhasil tapi aku puas karena hasil jeri payahku................Dengan penuh terimakasih aku mengucapakan rasa syukur padamu ya allah yg sebesar besarnya...........tapi aku masih berharap ada hikmah apa dibalik semua ini.....TERNYATA.............. esok harinya aku dikejutkan dengan kebahagiaan yang LUARBIASA......sUBHANNALLAH, aLHAMDULILLA,aLLAH hUAKBAR.k..........Rahasia dong ini hanya diriku dan allahlah yang tau............Amin terimahkasi ya allah.
*******Kejadian tejadi bebrapa hari yang lalu, dg kejadian ini telah meberikan diriku pengalaman yang luar biasa, dan aku berharap aku tetap menjadi diriku sendiri yang mempunya prinsip, Dan perlu semuanya ketahui Keyakinan yang mendalam akan mecapai sebuah kesuksesan.............ingat.. ...Bersungguh sungulah dalam Bertindak serta teruslah bersabar kalau belum berhasil..pastilah ada hikmanya. tetap semangat semuanya ya...............
Jreng waktu pengumuman yg ke tiga telah tiba.............dalam hati sellu menyebut nama ya alllah..........ya allah aku mhon bantulah aku yang terakhir ini yallah.....................ya allha.............yallah.Pengu
*******Kejadian tejadi bebrapa hari yang lalu, dg kejadian ini telah meberikan diriku pengalaman yang luar biasa, dan aku berharap aku tetap menjadi diriku sendiri yang mempunya prinsip, Dan perlu semuanya ketahui Keyakinan yang mendalam akan mecapai sebuah kesuksesan.............ingat..
Cerpen " KETIKA EMAK PERGI"
“KETIKA EMAK PERGI” Oleh Rajab Effendi, S.Pd.I TEACHER SDIT RABBY RADHIYYA
“KETIKA EMAK PERGI”
Oleh Rajab Effendi, S.Pd.I
TEACHER SDIT RABBY RADHIYYA
Prinsip hidupku adalah jangan pernah berhenti berharap untuk menggapai suatu cita-cita. Karena dengan berharap yakinlah cita-cita itu satu persatu akan terwujud. Kata-kata itulah yang mengenang dipikiranku saat aku mengikuti seminar nasional. Saat itu aku ingat sekali trainernya berasal dari Bandung. Dimana saat itu beliau meminta peserta seminar untuk menuliskan kata-kata impian apa saja yang diharapkan oleh peserta. Youps waktu itu aku ingat ada 25 impian yang kutulis. Hmmm hari yang membuat langkahku tetap selalu semangat kalu aku ingat kata-kata tersebut……
Tanpaku sadari hari ini bagian dari impian itu terwujudkan dimana beberapa teman sekelasku mengucapkan ucapan selamat kepadaku. “Selamat ya Agil akhirnya kamu lulus dengan nilai terbaik”, Hmmmm siapa yang tidak bangga punya teman sepertimu Gil. Siapa dulu Agil Prasetiyo. Hujar teman-temanku. Ia teman-teman makasih atas pujiannya inikan berkat teman-teman juga kalau tidak kalian yang memotivasiku mungkin aku tidak akan bisa meraih prestasi seperti ini.
Pengumuman-pengumuman, Assalamualaikum Wr. Wb. Terdengar suara dari ruangan kantor tempat dimana hasil rekapan kelulusan ditempel. “Hei teman-teman suaranya dipelankan sedikit sepertinya ada informasi dari kepala sekolah, Ujar Agil terhadap teman-temannya. Secara serempak semua siswa konsentrasi mendengarkan pengumuman yang berbunyi “Anak-anak sekalian Bapak informasikan kepada seluruh siswa yang dinyatakan lulus untuk segera menyiapkan syarat-syarat SPMB mengingat pendaftaran tewrakhir 3 Agustus 2012, informasi lebih lanjut silahkan temui ibu Eko Caha Ningsi, SP.d.I terima kasih….
Kelas menjadi hiruk setelah mendengar pengumuman dari Bapak Kepala Sekolah. Saat itu Agil tidak seheboh teman-temannya yang disibukkan engan pengumuman tersebut. “Gil ayo…. Kenapa diam saja mari kita lengkapi persyaratannya, ujar Vian. Agil hanya diam membisu… hmm maaf Vian sepertinya aku tidak bisa ikut SPMB. Lohh mengapa? Bagaimana ya… kamu tahu sendirikan keadaanku sekarang ini saja aku sangat beruntung bisa tamat SMA dan juga dirumah aku tinggal hanya bersama Emak, kamu tahu sendirilah kalau Emak sering sakit-sakitan untuk sekarang ini biarlah aku tiak ikut dulu Insya Allah kedepan kalau ada peluang dan rezeki aku pasti ikut. Iyalahh apa mau dikata Gil kalau itu sudah keputusan dirimu. Sebenarnya jujur sayang sekali kalau kamu tidak ikut, aku yakin sekali pasti kamu bisa diterima diperguruan tinggi, apalagi kamu siswa yang berprestasi disekolah ini ujar Vian meyakinkan Agil agar bisa ikut. Sudahlah Vian buruan kekantor ambil formulirnya nanti habis. Oya Vian aku langsung pulang ya aku tidak sabar lagi ingin bertemu Emak. Aku ingin memberitahukan kabar kelulusanku. Iya Gil salam sama Emak.
Dengan langka yang semangat Agil langsung buru-buru pulang kerumah. Waktu itu jarak rumah Agil lumayan jauh sekitar 5 kilo, kendaraanpun sepi sehingga Agil nekat berjalan kaki pulang kerumah. Gemericik rintihan hujan yang semakin deras. Badan Agil yang semula kering menjadi basah. Akan tetapi Agil tetap melanjutkan perjalanannya untuk pulang kerumah karena dia tidak sabar memberi kabar gembira ini pada Emak. Hati Agil bergelorah riang tak menentu, perasaannya bertabur bahagia. Iya tidak terbayangkan kalai dia bisa lulus dengan nilai terbaik. Emak pasti senang mendengar kabar ini ujar Agil dalam hati.
Alhamdulillah akhirnya sampai juga aku dirumah, Assalamu’alaikum Wr. Wb. Tok…tok….tok…Emak buka pintunya ini Agil sudah pulang. Tok….tok…tok Emak….Emak kenapa tidak dibuka pintunya ya…. Emak kemana, perasaan Agil agak heran. Jangan-jangan Emak lagi tidur ni, coba aku lewat belakang saja semoga pintu belakang tidak dikunci. Prakk kok pintunya nggak dikunci. Kok Emak tidak ada ya…. Kemana Emak ya… Coba aku kesebelah dulu tanya sama Ibu Demis tetangga sebelah. Bu bu Ibu Demis tahu tidak Emak kemana aku cari diwrumah Emak nggak ada. Emak tadi pamit nggak pergi sama Ibu? Maaf nak Agil tadi ibu tidak melihat Emak. Akan tetapi kata suami ibu Emak tadi dijemput oleh seorang pria pakai mobil. Tapi ibu tidak tahu siapa seorang tersebut. Iyalah bu terima kasih ujar Agil. Dalam hati Agil bertanya-tanya siapa yang menjemput Emak ya….
Kembali Agil pulang kerumah… Iayalah sudahlah aku tunggu dirumah saja semoga sebentar lagi pulang. Sambil menunggu Emak pulang Agil mau bersih-bersih dulu ah. Saat bersih-bersih mata Agil terpana melihat kursi kesayangan Emak. Ehmmm dengan senyuman yang dalam Agil teringat Emak yang selalu duduk di kursi itu terutama dipagi hari dan yang tidak bisa dilupakan adalah adanya teh secara rutin di atas meja tersebut. Spontanitas Agil duduk di kursi kesayangan Emak tersebut untuk melepas kerinduan.
Assalamu’alaikum Wr. Wb. Terengar suara dari depan rumah.. Tok….tok… Iya tunggu sebentar ini pasti Emak yang pulang… Ewmak. Oooo maaf bu pikir tadi Emak yang pulang. Ternyata Ibu Demis tetangga sebelah yang datang. Ada apa bu… Ini Gil dengan suara yang ngos-ngosan sepertinya ada yang ingin disampaikan oleh Ibu Demis terhadap Agil. Hmm Agil heran kenapa ekspresi wajah Ibu Demis sedikit tegang tidak seperti biasanya. Kembali Agil bertanya ada apa bu…. Gil Emak sudah pulang belum? Belum bu. Kenapa? Ini Gil barusan diseberang sana dekat rumah Pak De Sujud ada yang mobil kecelakaan dapat informasi penumpang luka parah. Inalillah emang kenapa bu… ibu takut jangan-jangan penumpang tersebut …. Apa???? Spontanitas jantung Agil berdetak kencang, perasaannya kacau tidak keruan rasa akan nada banjir tangisan yang besar dipipinya, tubuhnya gemetar seolah-olah terjadi gunjangan dahsyat. Tidak pikir panjang Agil langsung lari sekuat tenaga untuk menghampiri keramaian. Emak… Emak… tiba-tiba terdengar suara PROKKK bunyi suara kaca jatuh ke lantai. Ternyata kaca itu adalah segelas teh yang ada di atas meja telah terjatuh sehingga membangunkan agil dari tidur. Astagfirullah ini hanya mimpi.
Waktuitu pukul menunjukan pukul 16.00 wib. Agil masih tegang akan barusan mimpi yang dialaminya. Agil terdiam sejenak da berfikir mengapa Emak belum pulang juga. Dalam hati Agil berdoa Ya Allah semoga Emak sehat Wal’afiat. Hmmm Astafirulah sekarang sudah jam 16.00 wib. Agil teringat kalau dia belum sholat Asar.
Setelah melaksanakan sholat Asar pada saat Agil merapikan tempat sejadah. Tiba – tiba terdengar suara dari luar “Assalamualaikum, Wr. Wb. Tok…tok… Walaikumsalam, Wb. Wr. Agil terdiam sejenka teringat mimpi barusan. Dalam hati Agil berkata kenapa persis dengan kejadian mimpiku tadi. Kembali perasaan Agil resah, akan tetapi Agil yakinkan perasaannya kalu itu pikiran yang nyeleneh saja. Hmm ia tunggu sebentar. Pada saat pintunya dibuka prokk Emak…Emak. Agil langsung memeluk erat-erat. Emak kemanjo ajo, Agil kuatir dari tadi Agil Nunggu Emak. Iyo nak maafkan Emak, Oya Mak tunggu sebentar ado yang ingin aku kasih tau sama Mak. Agilpun ke kamar mengambil kertas bertuliskan Agil telah lulus. Mak Agil lulus dengan nilai yang memuaskan, sambil menangis bahagia Agil Memeluk Emak, “Allhamdulillah Mak senang dengarnyo Gil.
Kukuruyuukkkkkk pukul menunjukan jam 06.00 Wib. Agil dan Emak seperti biasanya membuat gorengan dititipkan di warung ibu Demis, maklum untuk mencukupi kebutuhan ewkonomi Emak sengaja membuat makanan untuk dititip kewarung. “Ehmmm Mak tahu tida gorengan Emak ini menurut aku gorengan terbesar didunia he he he. Ujar Agil terhadap Emak sambil bercanda. Oya Gil Emak buliah bertanyo samo kaba dak nak? Tanyo ap Makku, serius nian iluak o….
Agil berhenti sejenak membuka kulit pisang karena melihat terpancar pertanyaan serius yang keluar dari Emak. “Ini Emak ndak tanyo emak dengar kawan-kawan kaba lagi disibukan daftar sekulah lagi. Apa benar nak.”Au Mak. Knapo kau idak ikut nak ujar Emak. “Agil hanya diam membisu atas pertanyaan yang Emak lontarkan …yang sebenarnya pertanyaan Emak itu sangat membuat hatiku terenyuh tampaku sadari air mataku menetes dipipiku betapah sedihnya hati ini seandainya Emak tahu apa yang dikatakan Emak barusan itu merupakan hal yang aku impikan selama ini.
“ gill …gill kamu menagis yo..? tidak mak, aku sedang bahagia hari ini aku bisa membantu Emak buat gorengan, Mak tahukan selam ini Agil pagi-pagi sudah berangkat sekolah, ujar Agil yang menyembunyikan perasaanya. “Ugh..ugh” suara batuk Mak kembali keluar. Oya Gil, Mak berharap Agil bisa kulia jugo seperti kawan-kawan kaba. Karena Mak ndak nian melihat Agil melanjudkan sekulah ke perguruan tinggi. Ia Mak Insya Allah………Semangat Agil muncul kembali setelah mendengar ucapan dari Mak barusan.
Esok harinya dengan penuh semangat Agil bangun pagi-pagi. Setelah sholat subuh Agil tidak segera beranjak dari sejadah lusuhnya, dengan pandangan kosong Agil menatap ke langit-langit kamar. Dalam benaknya yang ada hanya celengan ayam dengan beberapa rupiah didalamnya. Agil menarik nafas dalam, lalu bergumam biarlah kupecahkan saja celengan itu pasti mak tidak mempunyai uang untuk membiayai pendaftaran, untuk makan sehari-hari saja susah Mak dapatkan. Agil akhirnya merealisasikan keinginan niatnya tersebut.
Tok…tok… Emak mengetok pintu kamar Agil,”Gil sudem jam brapo sekarang, brangkatlah kelo telat!”. Iya Mak ujar Agil Seraya membuka pintu. Agil pamit Mak….. Assalamua’laikum … Walaikum’Salam.
Sesampainya dilokasi pendaftaran Agil bertemu dengan Roy sahabat dia disekolah. “Agil kamu ada juga disini ya, hmmm, pasti berubah pikiran ya untuk tidak ikut daftar…ujar vian, iya gil aku ingin mencoba mendaftar juga, kemaren emak berkata dia ingin melihat aku melanjutkan sekolah perguruan ti nggi lagi aku ingin mewujudkan keinginan Mak jadi oleh karena itu aku ikut …. “ ooooo begitu ya ujar Vian sambil tersenyum bahagia melihat semangat sahabatnya. Akhirnya keduanya mendaftar dan tidak sedikitpun ada masalah dalam proses pendaftaran. “Alhamdulilah Gil akhirnya selesai juga urusan ini.” Ia Vian. Oya Gil besok aku jemput ya kita berangkatnya serempak, soalnya tesnya besok jam 08.00. serius Vian!”, ciusss kalee he he he. Ok aku tunggu ya …. Setelah sampai dirumah Agil dikuatirkan oleh keadaan Emak, karena malam itu tubuh Mak terasa panas. Sehingga malam itu Agil tidak sempat belajar karena tidur terlalu malam.
Bremmm…bremmmm motor Vian telah menunggu diluar rumah. Agil …teeeee teeeeeee bunyi spion Agil menandakan kalau Vian mengajak Agl Buruan berangkat. “iya Gilll tunggu sebentar !!. Waktu itu Agil sedang bersiap-siap karena Mak masih belum sembuh jadi pagi itu Agilnya yang membuat semuanya gorengan.
Mak…Mak Agil pamit dulu ya….. sebenarnya langka Agil berat sekali untuk berangkat karena tidak tega melihat Emak sendirian dirumah. Agil hanya titip sama Bu Demis untuk melihat-lihat keadaan Emak drumah. Bremmmmm lalu Agil dan Vian berlalu menuju ke lokasi tes.
“Alhamdulillah Gil akhirnya selesai juga tesnya, gimana susah tidak Gil mengerjakan tadi. Alhamdulillah sedikit susahnya… Oya Vian kapan pengumuman kelulusan. Kata Panitia besok jam 08.00 Wib. Seluruh peserta hadir karena akan ada pengumuman peserta terbaik yang menapat beasiswa unggulan. Iya ya …. Ujar Agil yang masih gelisah akan keadaan Emak dirumah. Oya Gil Aku pulang duluan ya… Ayo!! Aku juga mau pulang….
Setelah sampai dirumah Agil mengetok pintu Tok….Tok…. Emak Assalamu’alaikum… Waalaikumsalam. Lah Mak sudah sewmbuh bukannya Mak sakit. Alhamdulillah Nak Mak sudah mendingan. Oya gimana tes Alhamdulillah Mak sukses… Agil senang sekali karena Mak kelihatan sudah lebih baik keadaannya. Mak besok pengumuman kelulusan mohon doanya Mak, iya nak….
Malampin tiba waktu itu Emak meminta Agil untuk sambil mengurut kedua kakinya. Gil tidak disangka ya… sekarang kaba lah besak. Mak berpesan kelak misal kau lulus tes besok jangan lupo sujud syukur dan rajin-rajin belajar semoga kaba kelo jadi jemo sukses. Aminnnn…..
Pagi yang cerah suasana yang hening membuat keanehan yang luar biasa pada pagi itu. Karena Agil melihat ada yang berbeda. Tidak biasanya wajah Emak yang biasanya kulihat lelah, hari ini terlihat begitu ceriah seolah hari ini spesial buat diriku tidak seperti hari biasanya…..” Gil…Gil sarapanlah negal lagi kato kaba malam tadi mau pergi melihat pengumuman. Iya Mak…. Bentar lagi. Dengan perasaan bahagia Agil merasakan hari ini adalah hari yang tidak pernah terlupakan dimana Agil merasa begitu besar kasih sayang Emak terhadap Agil. “Ya Allah Semoha Mak sehat wal’afiat seperti ini selamanya ujar Agil. Tiba-tiba terdengar suara motor dari luar Bremmmm…Bremmmm. Gil ayo kita berangkat Ujar Vian yang baru saja tiba. “Ia tunggu sebentar. Dengan perasaan bahagia Agil dan Vian pun berangkat menuju pengumuman. Diperjalanan Agil terus bero’a semoga dia dapat lulus dan dapat melanjutkan sekolah keperguruan tinggi. Agil sejenak ingat harapan Mak… yang ingin melihat Agil bisa sekolah tinggi. Sesampai di epan papan pengumuman yang telah dipenuhi oleh kerumunan calon mahasiswa baru. Aku dan Vian pun terpisah mencari urutan abjad nama kami masing-masing. Aku menemukan namaku, sekujur tubuhku dingin, kakiku gemeteran, dan etak jantungkupun berlari. Bismillah Hirohmannirohim lalu aku telusuri baris pada kolom yang memuat angka dan kelulusan. “Allahu’akbar Aku Lulus!” teriaku spontan seketika itu juga lututku yang gemetaran ku jatuhkan kelantai laluku bersujud (………………..) terima kasih ya Allah Kau telah memilihku menjadi mahasiswa unggulan, lulus tes dengan nilai terbaik dan berhak mendapat beasiswa pendidikan. Aku teringat Mak dirumah untuk segera memberitahukannya bahwa aku Agil Prasetiyo anak laki-lakinya mampu mewujudkan harapan dan do’a-do’anya.
Aku berbalik dan keluar dari kerumunan untuk segera pulang kerumah. Saat itu langit gelap ditutupi awan hitam, hujan mulai turun rintik-rintik. Angkutan umum yang aku naiki dan akan mengantarkan aku menemui Mak berjalan lambat, tersadar aku telah meninggalkan Vian sendirian di papan pengumuman, aku baru ingat bahwa aku lupa berpamitan padanya tadi.
Wajah mak pasti akan berbinar bahagia jika nanti aku menyampaikan berita bahagia ini padanya, akan aku dekap tubuh rentanya, akan ku cium pipinya yang telah mengeriput dan ku bisikkan ketelinganya “Emak aku lulus dan mendapat beasiswa hingga akhir studi”. “Turun dimana dek???” pertanyaan sopir membuyarkan lamunanku. “di depan rumah produksi manisan terong pak” jawabku.
Lalu lalang ibu-ibu yang memakai kerudung keluar masuk gang rumahku, terlihat bendera kuning yang dikibarkan disisi kiri jalan. Aku tidak begitu memperdulikannya, yang ada dalam pikiranku adalah Emak dan senyum manisnya ku anggak kepalaku terlihat didepan rumahku banyak orang. Hatiku mulai berkecamuk apa yang terjajdi dengan Emak. Tidak mungkin Mak meninggal dan orang-orang itu adalah pelayatnya. Aku berlari sekencang yang aku bisa agar aku segera tahu apa yang terjadi dirumahku. Emakkkkkk…………… dari depan pintu terlihat olehku sekujur tubuh emak yang telah mengkaku di tengah-tengah kerumunan orang di ruang tamu. Aku menghambur ke dalam kerumunan, mendekap tubuh emak yang tidak lagi hangat, yang tidak lagi melihatku dengan tatapan teduh karena matanya telah tertutup rapat. Senyum emak memang mengembang, tapi tidak untuk merayakan kelulusanku seperti yang telah aku bayangkan.
Emakkk… mengapa Engkau pergi di saat aku ingin mengungkapkan rasa sayangku padamu, aku ingin mak tahu bahwa aku bisa membanggakan Emak, aku mampu mewujudkan keinginan Emak….!!!
Ketika Emak Per
Oleh Rajab Effendi, S.Pd.I
TEACHER SDIT RABBY RADHIYYA
Prinsip hidupku adalah jangan pernah berhenti berharap untuk menggapai suatu cita-cita. Karena dengan berharap yakinlah cita-cita itu satu persatu akan terwujud. Kata-kata itulah yang mengenang dipikiranku saat aku mengikuti seminar nasional. Saat itu aku ingat sekali trainernya berasal dari Bandung. Dimana saat itu beliau meminta peserta seminar untuk menuliskan kata-kata impian apa saja yang diharapkan oleh peserta. Youps waktu itu aku ingat ada 25 impian yang kutulis. Hmmm hari yang membuat langkahku tetap selalu semangat kalu aku ingat kata-kata tersebut……
Tanpaku sadari hari ini bagian dari impian itu terwujudkan dimana beberapa teman sekelasku mengucapkan ucapan selamat kepadaku. “Selamat ya Agil akhirnya kamu lulus dengan nilai terbaik”, Hmmmm siapa yang tidak bangga punya teman sepertimu Gil. Siapa dulu Agil Prasetiyo. Hujar teman-temanku. Ia teman-teman makasih atas pujiannya inikan berkat teman-teman juga kalau tidak kalian yang memotivasiku mungkin aku tidak akan bisa meraih prestasi seperti ini.
Pengumuman-pengumuman, Assalamualaikum Wr. Wb. Terdengar suara dari ruangan kantor tempat dimana hasil rekapan kelulusan ditempel. “Hei teman-teman suaranya dipelankan sedikit sepertinya ada informasi dari kepala sekolah, Ujar Agil terhadap teman-temannya. Secara serempak semua siswa konsentrasi mendengarkan pengumuman yang berbunyi “Anak-anak sekalian Bapak informasikan kepada seluruh siswa yang dinyatakan lulus untuk segera menyiapkan syarat-syarat SPMB mengingat pendaftaran tewrakhir 3 Agustus 2012, informasi lebih lanjut silahkan temui ibu Eko Caha Ningsi, SP.d.I terima kasih….
Kelas menjadi hiruk setelah mendengar pengumuman dari Bapak Kepala Sekolah. Saat itu Agil tidak seheboh teman-temannya yang disibukkan engan pengumuman tersebut. “Gil ayo…. Kenapa diam saja mari kita lengkapi persyaratannya, ujar Vian. Agil hanya diam membisu… hmm maaf Vian sepertinya aku tidak bisa ikut SPMB. Lohh mengapa? Bagaimana ya… kamu tahu sendirikan keadaanku sekarang ini saja aku sangat beruntung bisa tamat SMA dan juga dirumah aku tinggal hanya bersama Emak, kamu tahu sendirilah kalau Emak sering sakit-sakitan untuk sekarang ini biarlah aku tiak ikut dulu Insya Allah kedepan kalau ada peluang dan rezeki aku pasti ikut. Iyalahh apa mau dikata Gil kalau itu sudah keputusan dirimu. Sebenarnya jujur sayang sekali kalau kamu tidak ikut, aku yakin sekali pasti kamu bisa diterima diperguruan tinggi, apalagi kamu siswa yang berprestasi disekolah ini ujar Vian meyakinkan Agil agar bisa ikut. Sudahlah Vian buruan kekantor ambil formulirnya nanti habis. Oya Vian aku langsung pulang ya aku tidak sabar lagi ingin bertemu Emak. Aku ingin memberitahukan kabar kelulusanku. Iya Gil salam sama Emak.
Dengan langka yang semangat Agil langsung buru-buru pulang kerumah. Waktu itu jarak rumah Agil lumayan jauh sekitar 5 kilo, kendaraanpun sepi sehingga Agil nekat berjalan kaki pulang kerumah. Gemericik rintihan hujan yang semakin deras. Badan Agil yang semula kering menjadi basah. Akan tetapi Agil tetap melanjutkan perjalanannya untuk pulang kerumah karena dia tidak sabar memberi kabar gembira ini pada Emak. Hati Agil bergelorah riang tak menentu, perasaannya bertabur bahagia. Iya tidak terbayangkan kalai dia bisa lulus dengan nilai terbaik. Emak pasti senang mendengar kabar ini ujar Agil dalam hati.
Alhamdulillah akhirnya sampai juga aku dirumah, Assalamu’alaikum Wr. Wb. Tok…tok….tok…Emak buka pintunya ini Agil sudah pulang. Tok….tok…tok Emak….Emak kenapa tidak dibuka pintunya ya…. Emak kemana, perasaan Agil agak heran. Jangan-jangan Emak lagi tidur ni, coba aku lewat belakang saja semoga pintu belakang tidak dikunci. Prakk kok pintunya nggak dikunci. Kok Emak tidak ada ya…. Kemana Emak ya… Coba aku kesebelah dulu tanya sama Ibu Demis tetangga sebelah. Bu bu Ibu Demis tahu tidak Emak kemana aku cari diwrumah Emak nggak ada. Emak tadi pamit nggak pergi sama Ibu? Maaf nak Agil tadi ibu tidak melihat Emak. Akan tetapi kata suami ibu Emak tadi dijemput oleh seorang pria pakai mobil. Tapi ibu tidak tahu siapa seorang tersebut. Iyalah bu terima kasih ujar Agil. Dalam hati Agil bertanya-tanya siapa yang menjemput Emak ya….
Kembali Agil pulang kerumah… Iayalah sudahlah aku tunggu dirumah saja semoga sebentar lagi pulang. Sambil menunggu Emak pulang Agil mau bersih-bersih dulu ah. Saat bersih-bersih mata Agil terpana melihat kursi kesayangan Emak. Ehmmm dengan senyuman yang dalam Agil teringat Emak yang selalu duduk di kursi itu terutama dipagi hari dan yang tidak bisa dilupakan adalah adanya teh secara rutin di atas meja tersebut. Spontanitas Agil duduk di kursi kesayangan Emak tersebut untuk melepas kerinduan.
Assalamu’alaikum Wr. Wb. Terengar suara dari depan rumah.. Tok….tok… Iya tunggu sebentar ini pasti Emak yang pulang… Ewmak. Oooo maaf bu pikir tadi Emak yang pulang. Ternyata Ibu Demis tetangga sebelah yang datang. Ada apa bu… Ini Gil dengan suara yang ngos-ngosan sepertinya ada yang ingin disampaikan oleh Ibu Demis terhadap Agil. Hmm Agil heran kenapa ekspresi wajah Ibu Demis sedikit tegang tidak seperti biasanya. Kembali Agil bertanya ada apa bu…. Gil Emak sudah pulang belum? Belum bu. Kenapa? Ini Gil barusan diseberang sana dekat rumah Pak De Sujud ada yang mobil kecelakaan dapat informasi penumpang luka parah. Inalillah emang kenapa bu… ibu takut jangan-jangan penumpang tersebut …. Apa???? Spontanitas jantung Agil berdetak kencang, perasaannya kacau tidak keruan rasa akan nada banjir tangisan yang besar dipipinya, tubuhnya gemetar seolah-olah terjadi gunjangan dahsyat. Tidak pikir panjang Agil langsung lari sekuat tenaga untuk menghampiri keramaian. Emak… Emak… tiba-tiba terdengar suara PROKKK bunyi suara kaca jatuh ke lantai. Ternyata kaca itu adalah segelas teh yang ada di atas meja telah terjatuh sehingga membangunkan agil dari tidur. Astagfirullah ini hanya mimpi.
Waktuitu pukul menunjukan pukul 16.00 wib. Agil masih tegang akan barusan mimpi yang dialaminya. Agil terdiam sejenak da berfikir mengapa Emak belum pulang juga. Dalam hati Agil berdoa Ya Allah semoga Emak sehat Wal’afiat. Hmmm Astafirulah sekarang sudah jam 16.00 wib. Agil teringat kalau dia belum sholat Asar.
Setelah melaksanakan sholat Asar pada saat Agil merapikan tempat sejadah. Tiba – tiba terdengar suara dari luar “Assalamualaikum, Wr. Wb. Tok…tok… Walaikumsalam, Wb. Wr. Agil terdiam sejenka teringat mimpi barusan. Dalam hati Agil berkata kenapa persis dengan kejadian mimpiku tadi. Kembali perasaan Agil resah, akan tetapi Agil yakinkan perasaannya kalu itu pikiran yang nyeleneh saja. Hmm ia tunggu sebentar. Pada saat pintunya dibuka prokk Emak…Emak. Agil langsung memeluk erat-erat. Emak kemanjo ajo, Agil kuatir dari tadi Agil Nunggu Emak. Iyo nak maafkan Emak, Oya Mak tunggu sebentar ado yang ingin aku kasih tau sama Mak. Agilpun ke kamar mengambil kertas bertuliskan Agil telah lulus. Mak Agil lulus dengan nilai yang memuaskan, sambil menangis bahagia Agil Memeluk Emak, “Allhamdulillah Mak senang dengarnyo Gil.
Kukuruyuukkkkkk pukul menunjukan jam 06.00 Wib. Agil dan Emak seperti biasanya membuat gorengan dititipkan di warung ibu Demis, maklum untuk mencukupi kebutuhan ewkonomi Emak sengaja membuat makanan untuk dititip kewarung. “Ehmmm Mak tahu tida gorengan Emak ini menurut aku gorengan terbesar didunia he he he. Ujar Agil terhadap Emak sambil bercanda. Oya Gil Emak buliah bertanyo samo kaba dak nak? Tanyo ap Makku, serius nian iluak o….
Agil berhenti sejenak membuka kulit pisang karena melihat terpancar pertanyaan serius yang keluar dari Emak. “Ini Emak ndak tanyo emak dengar kawan-kawan kaba lagi disibukan daftar sekulah lagi. Apa benar nak.”Au Mak. Knapo kau idak ikut nak ujar Emak. “Agil hanya diam membisu atas pertanyaan yang Emak lontarkan …yang sebenarnya pertanyaan Emak itu sangat membuat hatiku terenyuh tampaku sadari air mataku menetes dipipiku betapah sedihnya hati ini seandainya Emak tahu apa yang dikatakan Emak barusan itu merupakan hal yang aku impikan selama ini.
“ gill …gill kamu menagis yo..? tidak mak, aku sedang bahagia hari ini aku bisa membantu Emak buat gorengan, Mak tahukan selam ini Agil pagi-pagi sudah berangkat sekolah, ujar Agil yang menyembunyikan perasaanya. “Ugh..ugh” suara batuk Mak kembali keluar. Oya Gil, Mak berharap Agil bisa kulia jugo seperti kawan-kawan kaba. Karena Mak ndak nian melihat Agil melanjudkan sekulah ke perguruan tinggi. Ia Mak Insya Allah………Semangat Agil muncul kembali setelah mendengar ucapan dari Mak barusan.
Esok harinya dengan penuh semangat Agil bangun pagi-pagi. Setelah sholat subuh Agil tidak segera beranjak dari sejadah lusuhnya, dengan pandangan kosong Agil menatap ke langit-langit kamar. Dalam benaknya yang ada hanya celengan ayam dengan beberapa rupiah didalamnya. Agil menarik nafas dalam, lalu bergumam biarlah kupecahkan saja celengan itu pasti mak tidak mempunyai uang untuk membiayai pendaftaran, untuk makan sehari-hari saja susah Mak dapatkan. Agil akhirnya merealisasikan keinginan niatnya tersebut.
Tok…tok… Emak mengetok pintu kamar Agil,”Gil sudem jam brapo sekarang, brangkatlah kelo telat!”. Iya Mak ujar Agil Seraya membuka pintu. Agil pamit Mak….. Assalamua’laikum … Walaikum’Salam.
Sesampainya dilokasi pendaftaran Agil bertemu dengan Roy sahabat dia disekolah. “Agil kamu ada juga disini ya, hmmm, pasti berubah pikiran ya untuk tidak ikut daftar…ujar vian, iya gil aku ingin mencoba mendaftar juga, kemaren emak berkata dia ingin melihat aku melanjutkan sekolah perguruan ti nggi lagi aku ingin mewujudkan keinginan Mak jadi oleh karena itu aku ikut …. “ ooooo begitu ya ujar Vian sambil tersenyum bahagia melihat semangat sahabatnya. Akhirnya keduanya mendaftar dan tidak sedikitpun ada masalah dalam proses pendaftaran. “Alhamdulilah Gil akhirnya selesai juga urusan ini.” Ia Vian. Oya Gil besok aku jemput ya kita berangkatnya serempak, soalnya tesnya besok jam 08.00. serius Vian!”, ciusss kalee he he he. Ok aku tunggu ya …. Setelah sampai dirumah Agil dikuatirkan oleh keadaan Emak, karena malam itu tubuh Mak terasa panas. Sehingga malam itu Agil tidak sempat belajar karena tidur terlalu malam.
Bremmm…bremmmm motor Vian telah menunggu diluar rumah. Agil …teeeee teeeeeee bunyi spion Agil menandakan kalau Vian mengajak Agl Buruan berangkat. “iya Gilll tunggu sebentar !!. Waktu itu Agil sedang bersiap-siap karena Mak masih belum sembuh jadi pagi itu Agilnya yang membuat semuanya gorengan.
Mak…Mak Agil pamit dulu ya….. sebenarnya langka Agil berat sekali untuk berangkat karena tidak tega melihat Emak sendirian dirumah. Agil hanya titip sama Bu Demis untuk melihat-lihat keadaan Emak drumah. Bremmmmm lalu Agil dan Vian berlalu menuju ke lokasi tes.
“Alhamdulillah Gil akhirnya selesai juga tesnya, gimana susah tidak Gil mengerjakan tadi. Alhamdulillah sedikit susahnya… Oya Vian kapan pengumuman kelulusan. Kata Panitia besok jam 08.00 Wib. Seluruh peserta hadir karena akan ada pengumuman peserta terbaik yang menapat beasiswa unggulan. Iya ya …. Ujar Agil yang masih gelisah akan keadaan Emak dirumah. Oya Gil Aku pulang duluan ya… Ayo!! Aku juga mau pulang….
Setelah sampai dirumah Agil mengetok pintu Tok….Tok…. Emak Assalamu’alaikum… Waalaikumsalam. Lah Mak sudah sewmbuh bukannya Mak sakit. Alhamdulillah Nak Mak sudah mendingan. Oya gimana tes Alhamdulillah Mak sukses… Agil senang sekali karena Mak kelihatan sudah lebih baik keadaannya. Mak besok pengumuman kelulusan mohon doanya Mak, iya nak….
Malampin tiba waktu itu Emak meminta Agil untuk sambil mengurut kedua kakinya. Gil tidak disangka ya… sekarang kaba lah besak. Mak berpesan kelak misal kau lulus tes besok jangan lupo sujud syukur dan rajin-rajin belajar semoga kaba kelo jadi jemo sukses. Aminnnn…..
Pagi yang cerah suasana yang hening membuat keanehan yang luar biasa pada pagi itu. Karena Agil melihat ada yang berbeda. Tidak biasanya wajah Emak yang biasanya kulihat lelah, hari ini terlihat begitu ceriah seolah hari ini spesial buat diriku tidak seperti hari biasanya…..” Gil…Gil sarapanlah negal lagi kato kaba malam tadi mau pergi melihat pengumuman. Iya Mak…. Bentar lagi. Dengan perasaan bahagia Agil merasakan hari ini adalah hari yang tidak pernah terlupakan dimana Agil merasa begitu besar kasih sayang Emak terhadap Agil. “Ya Allah Semoha Mak sehat wal’afiat seperti ini selamanya ujar Agil. Tiba-tiba terdengar suara motor dari luar Bremmmm…Bremmmm. Gil ayo kita berangkat Ujar Vian yang baru saja tiba. “Ia tunggu sebentar. Dengan perasaan bahagia Agil dan Vian pun berangkat menuju pengumuman. Diperjalanan Agil terus bero’a semoga dia dapat lulus dan dapat melanjutkan sekolah keperguruan tinggi. Agil sejenak ingat harapan Mak… yang ingin melihat Agil bisa sekolah tinggi. Sesampai di epan papan pengumuman yang telah dipenuhi oleh kerumunan calon mahasiswa baru. Aku dan Vian pun terpisah mencari urutan abjad nama kami masing-masing. Aku menemukan namaku, sekujur tubuhku dingin, kakiku gemeteran, dan etak jantungkupun berlari. Bismillah Hirohmannirohim lalu aku telusuri baris pada kolom yang memuat angka dan kelulusan. “Allahu’akbar Aku Lulus!” teriaku spontan seketika itu juga lututku yang gemetaran ku jatuhkan kelantai laluku bersujud (………………..) terima kasih ya Allah Kau telah memilihku menjadi mahasiswa unggulan, lulus tes dengan nilai terbaik dan berhak mendapat beasiswa pendidikan. Aku teringat Mak dirumah untuk segera memberitahukannya bahwa aku Agil Prasetiyo anak laki-lakinya mampu mewujudkan harapan dan do’a-do’anya.
Aku berbalik dan keluar dari kerumunan untuk segera pulang kerumah. Saat itu langit gelap ditutupi awan hitam, hujan mulai turun rintik-rintik. Angkutan umum yang aku naiki dan akan mengantarkan aku menemui Mak berjalan lambat, tersadar aku telah meninggalkan Vian sendirian di papan pengumuman, aku baru ingat bahwa aku lupa berpamitan padanya tadi.
Wajah mak pasti akan berbinar bahagia jika nanti aku menyampaikan berita bahagia ini padanya, akan aku dekap tubuh rentanya, akan ku cium pipinya yang telah mengeriput dan ku bisikkan ketelinganya “Emak aku lulus dan mendapat beasiswa hingga akhir studi”. “Turun dimana dek???” pertanyaan sopir membuyarkan lamunanku. “di depan rumah produksi manisan terong pak” jawabku.
Lalu lalang ibu-ibu yang memakai kerudung keluar masuk gang rumahku, terlihat bendera kuning yang dikibarkan disisi kiri jalan. Aku tidak begitu memperdulikannya, yang ada dalam pikiranku adalah Emak dan senyum manisnya ku anggak kepalaku terlihat didepan rumahku banyak orang. Hatiku mulai berkecamuk apa yang terjajdi dengan Emak. Tidak mungkin Mak meninggal dan orang-orang itu adalah pelayatnya. Aku berlari sekencang yang aku bisa agar aku segera tahu apa yang terjadi dirumahku. Emakkkkkk…………… dari depan pintu terlihat olehku sekujur tubuh emak yang telah mengkaku di tengah-tengah kerumunan orang di ruang tamu. Aku menghambur ke dalam kerumunan, mendekap tubuh emak yang tidak lagi hangat, yang tidak lagi melihatku dengan tatapan teduh karena matanya telah tertutup rapat. Senyum emak memang mengembang, tapi tidak untuk merayakan kelulusanku seperti yang telah aku bayangkan.
Emakkk… mengapa Engkau pergi di saat aku ingin mengungkapkan rasa sayangku padamu, aku ingin mak tahu bahwa aku bisa membanggakan Emak, aku mampu mewujudkan keinginan Emak….!!!
Ketika Emak PerKisah Inspirasi Seorang Anak daerah terpencil "Perjalanan Hidup Penuh Liku-Liku
KISAH NYATA INSPIRASI
Kisah ini diceritakanoleh seoran anak yang bernama Rajab effendi beliau lahir pada tanggal 5 April1986 bertempat tinggal di di sebuah kota dingin yaitu kota curup awalnya sekaran menjadi kota kepahiang. Beliau tamat SD tahun 1999.SMP 2002 dan SMA 2005. Beliau hidup dalam keluarga yang sederhana orangtuanya bernama ayah Nurdin(ALM), Ibu(Nurma),dan Kakak Pertama (Sudirmanyah)Ayuk yang ke 2(Desih Hidayati), Ayuk ketiga (Kusni Patima) dan terakhir Saudara Kembar Yaitu (April susandi)
Sengajah kisah ini diceritan oleh belau mengingat beliu ingin sekali berbagi pengalamana hidup. Walaupun tidak bis dengan harta tapi denga ntulisan ini beliau berharap bermanfaat untuk menjadikan Inspirasi Bagi semua kalangan.
Beliau sebenar bukan seorang penulis tapi karena beliau hobi mengarang terpikirlah oleh beliau kalau Perjalan hidup yang selama ini biSA menjadi ispirasi.Karena dalam kisah ini terdapat suatu makna baginya dimana Dengan Rasa yang penuh keyakinan beliu yakin pasti berhasil. Buktinya setiap lanka yang ia lalui Subhanalla ad saja Allah SWT Membantunya
Semoga Kisah ini bermanfaat bagi semua kalangan mohon doanya semoga penulis bias melanjudkan menulis hingga akhir hayatnya dan mohon doanya semoga apa yang ia cita citan dapat berhasil..............
*Ayah jangan tinggalkan Kami
Awal sebuah kehidupan yang dimulai, waktu itu usiaku 7 tahun waktu itu aku duduk di bangku kelas 2 sd saat itu aku tumbuh seperti anak anak yang lain yang suka bermain. Saat aku asik sedang bermain tiba tiba aku dikejudkan bahwa ayah meninggal dunia . tapi waktu itu aku masik kecil jadi aku merespon santai aja…tiba entah mnapa perasan aku ngak enak jadi akupun pulang kerumah dalm perjalanan aku terkejut kenapa orang berondonh bonding kerumah ku emang ada apa (piker aku waktu kecil saat itu snagat polos. Dengan peraasaan penasar aku buru pulang kerumah sesampai dirumah aku dikejudkan melihat ayah dudk di atas kursi sedang santai tapi aku lihat matanya kok melihat ke atas jadi aku kaget, tiba tiba dari sebelah kamar ku dengar ibu mengangis terseduh seduh. Selaku anak kecil takutkan jadi aku ikutan menangis.
Berjalanya waktu akhirnya aku sadari bahwa ayah telah meninggal. Hari hari tampa ayah membuat ibu menjadi sebuah pengalaman baru bagi ibu dimana ibu harus hidup tampa ayah apalagi saat itu kami semuanya masih sekolah dan membutuhkan dana dengan ketegaran ibu akhirnya ibu membiasakan berkerja untuk memenuhui kebutuhan kami.waktu itu ayah meninggalkan kami berlima yaitu ibu sendiri dan 4 orang anak yang pertama Wo Desy, Yang kedua Wokus dan yang ketiga dan keempat saya dan saudara kembar yaiutu April Susandi.
Pada saat itulah kehidupan dimulai aku mulai di hadapi cobaaan, terkhususnya pada diriku .saat saat kulaui hidup tampa seoarang ayah, aku selalu membantu ibu kadang aku ikut berjualanan kepasar. Ibu sering sekali kepasar waktu itu ya.. demi anak anaknya yang pasti butuh makan. Kebetulan aku waktu itu sudah mulai besar jadi aku rajinsekali membatu ibu apalagi kata ibu akau udah kelas 4 jadi udah gedek kata ibu….
Sebuah pengalaman yang aku igat waktu itu ialah saat itu aku sering sekali mencari barang bekas untuk jajan kata ibu kalu mau jajan belajarlah mencari uang sendiri alhamduliilah akhirnya aku sudah bisa amencari uang walaupun seadanya………….
Adalagi sebuah peristiwa yang aku ingat saat itu aku jualan keliling yaitu jualan Tape tiba di belakang ku memangil Tap tape tape sidni Dik saya mau beli tape Toh ternyata orang itu menipu jadi aku di kerjain..tapi biarlah semua ini pasti ada hikmahnya…..Amin
*Tertekan karena teman sebaya…...
Berjalanya waktu ternyata bukan masalah ekonomi saja yg dihadapi ternyata aku juga mengalami masalah pribadi yaitu tertekan terhadap teman teman sebaya, Mengapa? Karena aku memilki kekurang jadi mereka sering mengejkek ngejekku dan mengolok olokku jadi saat itu aku sering sekali menangis atas olok olokan mereka tapi tidak apalah akukan masih punya sahabat kecil walaupun hanya 4 orang, semakin hari aku lihat teman selalu saja mengolokku tapi aku tetapa sabar yanga akhirya aku yakin nanti mereka akan sadar sendiri dan berhenti mecemoohkan aku. Adalagi yang sedih yang mengolokan itu bukan anak kecil saja tapai anak anak dewasapun saat itu juga sering mencemookan aku. Aku kembali menagis memang boleh dikata waktu itu aku memang cukup cengeng……Hari hari ku lalui dengan perih filu tapi berjalannya waktu tak terasa akhirnya aku sudah duduk dibangku kelas 6. Wah ternyata aku sudah mulai remaja………………..
Waktu itu aku mulai meraskan kecemasan mengingat sebentar lagai pengumuman kelulusan. Bukan hasil ujian yang aku takuti tapi aku taku t apakah aku bias melanjudkan sekolah ke SMP Itu hari hariku dimana di hantui rasa kecemasan……..
Berjalannya waktu akhirnya tiba juga pengumuman kelulusan ya Alhamdulillah aku lulus ujian waktu itu aku Peringkat 5 besar Nilai Nim 35 rata rata 7.8. Tapi saying aku hari itu bingung aku hanya bias terdiam waktu itu PSB Telah dibuka Sahabat teman teman telah mendaftarkan diri ke SMP . sedangkan aku hanya bias diam dan bersedih sambil menangis Tuhan Berilah aku petujukmu agar aku bis amelanjudkan ke SMP
Tampa sadar tedengar suara dari luar. Assalmuaikum….Lalu kubuka pintu ternyata ada kakak dating dari Bayung(sebuah daerah terpencil di kabupaten Kepahiang). Ada apa kak kata diriku?.Eh ternyata kaka mengajaku untuk besekolah di tempatnya…Subhanallah, hari itu aku bahagia sekali ternyata aku bisa sekolah dengan perasaan gembira aku langsun g memeluk ibu , tapi saat aku memeluk ibu perasaan aku berubah menjadi seidh saat itu aku teringat bahwa siapa yang menemani ibu, karena saat itu aku mencintai emak………….
Hari itu juga kakak langsung mitak pendapat Giman mau ngak kalau kamu mau sekolah ikutlah kakak ntar biaya sekolah kaka yang bayar, tapi kalau kamu tidak mau ya tinggal aja disini kamu tapi kamu tidak bias sekolah…………….Sebuah keputusan bagi ku ayng begitu Rumit.
Aku sedih sekali sehingga tampa sadar aku menangis. Aku berkata mengapa kok cobaan ini terjadi pada diriku. Padahalkan aku masih kecil..aku belum sanggup menghadapi semua ini…….Kembali kakak bertanya Gimana? Kalu jadi besok pagi kakak jemput……Kita lihat saja besok kak.
Berjalanya waktu tampa sdar sudah pukul 08.00 Malam aku tidak bisa tidur kebetulan malam itu mati lampu jadi aku tidu di dekat ibu sedangakan mata masih melotot ke atas sambil Menangis….Tiba entah mengapa saat aku menantap sekitar aku terpesona terhadap lampu Kalenng yang ada di dekat aku, saat itu tiba tiba tercetus dibibirku Sebuah Kata , “Aku Ingin Menjadi seperti Lampu Kaleng ” Entah makana apa itu..akupun saat itu tidak tahu…………Tampa sadar waktu sudah pukul 12.00 akupun tertidur…….
Pagi yang cerah akhirnya kuputuskan Untuk mengikuti kakak jadi kebetulan emak sangat mendukung jadi akhirnya Akupun Mendaftar ke SMP disana. Peroses jalanya menjadi seorang siswa yang membuatku sangat bahagia karena disana tak seorangpun tahu diriku. jadi aku benar benaar menjadi ana baru disekolah ku yang baru.aku senang sekali aku punya sahabat baru. Berjalanya waktu aku taksedikitpun teringat emak diasana.Mukin keadaan aku yang s\nyaman saat saat itu sehingga aku konsentarasi ke Sekolah baruku. Berjalanya waktu Mulailah kembali aku tertekan apa lagisaat itu Sahabat baruku Telah pergi pindah sekolah sehingga aku sendiri lagi tapi aku tetap semangat……..Semangatku kendor ketika aku lihat dilinkungan sekolahku mulai aku rasakan tidak nyaman karena orang orang mulai kembali mengejeku seperti di Sekolah Dasar.Entah mengapa orang orang tak henti hentinya mengejekku apa asalahku.Aku kembali menangis……Saat itulah perasanku mulai sangat sensitip menginga usiaku mulai Remaja…Hari hari penuh tekanan bukan saja di sekolah tapi dirumah akupun merasa Tertekan mengingat Istri kakaku yang begitu menurukku tidak enak. Apalagi anaknya yang setiap hari selalu mengejekku. Entalah rasanya waktu itu aku merasa sendiri sekali tidak ada seorang sahabat.apalagi aku di tempat tinggal kakak tidak terlau bebas mengingat istri kakaku yang tida mengizinkan terlalu bebas. So namanya aja tinggal tempat orang jadi Ikutin aja .
Hari hari kulewati dengan perasaan tertekan tapi aku tetap besabar aku yaki suatu hari aku pasti Bahagia….Sebuah kenang yang aku masih ingat ketika dirumah kaka, disan kakaku punya jadwal makan. Jadi aku harus sadar kalau tidak bias makan seenaknya seperti dirumah. Jadi kalu mau makan aku harus menunggu walaupun jujur saat itu aku sering kelaparan…tapi aku coba menahan…Maklum diusiaku yang segitu memang lagi suka suka makan. Ada lagi peristiwa pada saat aku makan waktu itu memang aku pulang sekolah kebetulan belum makan jadi aku mencari sayur ternyata sayurnya hanya sedikit jadi aku ambil semua aku piker semua sudah makan. Toh ternyata anak pertama kakaku tiba tiba mara aku di Omelin jujur anak kakaku usia lebih muda dari aku waktu itu jadi akupyun tidak bias memarahinya. Apalagi aku tinggal dirumahnya.jadi saat itu dengan kondisi yang jengkel anak kakaku meremas Nasi yang ada dipiringku kemudian beliau lempar kedepanku saat itu aku sedih sekali…..
Tapi sudahlah yang terjadi biar terjadi. Peristiwa ini aku simpan dalam dalam tida ada yang mengetahu meskipun itu kakaku sendiri, selain itu banyak lagi peristiwa yang membuat diriku merasa tidak nyaman tapi apa boleh buat aku tetap sabar dan menanti tidak akan selamanya aku berada disini………..
Aku bersedih kembali ketika saat aku mau tidur dimana aku tidur memisah dari anak kakaku mengingat katanya aku jorok kalu tidur yah aku Cuek aja kali waktu itu yang penting ada tempat tidur, kebetulan disebelah ada Gudang jadi diitulah aku tidur yang esok harinya aku membuat tempat tidur di gunang kebetulan ada sisasa busa Lama yang kemudian aku jadikan kasur Wah cukuplah nyaman apalagi didekat meja belajarku. Jujur waktu itu aku sering sekali membuat puisi entah mengapa saat itu aku memang sering buat puisi mukin keadaanku yang menyuruhku mengigat aku sering mengurung. Tapi aku nayaman kok. Nah dari pengalaman yang terjadi setiap hari Mebuatku menjadi kepengen Mendekakan Diri Pada Allah waktu itu Rasa penasaranku pada sang Kholit cukup tinggi sehingga aku kepengen sekali belajar Sholat yang akhirnya setiap hari aku mencoba sholat walupun waktu itu hanya sekali kali. Subhanallah dengan aku sering sholat ternyata menunutku lebih yaki akan kehidupan sehingga waktu itu aku Cuek atas yang telah terjadi. Semakin hari waktu semakin berjalan Rasa Rindu terhadap orang tuapun cuku kuat tapi aku harus yakin bahwa aku tinggal disini ada tujuan baik menuntut ilmu. Buktinya di SMP akupun berprestasi ada pengalaman ketika mau ujian. Saat itu cara belajarku agak ngebut karena akukan oaringnay tak terlau pintar hanya saja Rajin. Jadi kalu mau ulanga aku biasanya tidur malam begitulah aku kalau ujian. Tapi Alhamdulillah hasilnyapun memuaskan. Oya adalagi pertiwa saat itu kebetulan di desa itu Mobil jarang jadi setiap mau berangkat sekoalh aku harus pagi pagi dan kalu naik taksi menunggu di jalan itupun kalu ada kalau tidak ada terpaksa jalan. Begitulah seterusnay kami bersekoalah memang cukup perjuangan kalau sekolah didesa. Ada sebuah kisah ketika aku ditempat kakaku akukan biasanya setiap hari dikasih uang 1000 untuk ongkos dan disisikan di tabung kebetulan waktu itu aku jarang menabung mengingat disekolah aku sering kelaparan jadi aku tidak pernah menabung. Sehingga waktu itu pas di Cek tabungan yang telah dibuat kakak ternyata sedikit sekali tabungan aku jadi waktu itu aku kena marah sehingga ongkosku dikurangai 500 kadang 300. Waktu itu ongkos masih 200. Duh sedih sekali Rasanaya apalagi waktu itu aku baru kelas 1. Jujur ini berlanjud sampai aku kelas 3 aku tidak tahu apa kakaku tau atau tidak kalu istrinya member uang hanya 300 Rp. Tapi aku kira tidak tahu…mengingat kakaku tidak pernahmenanyakan hal itu. Setiap hari mau berangkat sekolah aku selalu Cemas. Mengapa aku takut beginikan aku hanya di kasih 300 Rp jadi giman ya…ketika uangku hilang jadi itulah yang setiap hari aku takuit tapi syukur Alhamdulillah sampai tamat aku tetap lanacar dalam sekoala.oya ada juga saa t itu aku pernah berangkat sekolah pagi pagi jadi kebetulan waktu itu ada yang aksihan sama aku yaiu pak Rustam namnya seingat aku beliau pernah member uang untuk aku jajan subhanallah semoga allah membalasnya. Itu kenangan yang ku ingat samapi mati…
Berjalanya wakut sering sekali aku sambil menyendiri sering membaca buku buku kadang kalau aku bosan aku keluar dan pergi kelapangan ke semak belukar sekedar jalan jalan kebetulan disekitar situ masih banyak hutan jadi sering aku jalan jalan sendiri. Jujur waktu itu aku Rasanya kepengen mencari sahabat tapi siap tak seorangpun yang menjadi sahabat sya mukin karena saya memiliki kekurangan. Ya…waktu itu sya terima kondisi saya…………….
Tak terasa akupun telah duduk dikelas 3 SMP itupun kulalui dengan sebuah kejadian yang luarbias yaitu dimana keluarga kakaku mengali permasalahan di masyarakat dimana waktu itukakaku kepala sekolah jadi beliau sering di adu domba sehingga akhirnya kakak pindah ke Curup sedangkan aku sendirian tinggal diasan kebetulan waktu itu sekitar 3 bulan lagi kami mau ujian waktu itu akupun binging yang akhirnya akupun ikut panda tapai bukan pindah sekolah tapi pindah rumah yaitu Mengekos.
Waktu terus berjalan. Waktu itu itu aku mulai bahagia entah mengapa aku merasa tinggal di tempat oRang orang yang sangat menghargaiku. Dimana disana aku tidak pernah di ejek dan dicemoohkan. Suhanallah Memang orang jawa itu baik. Kalau aku piker ketika aku berada di Bayung aku sering sekali di Olok jadi sering juga tertekan tapi itu aku tidak hiraukan yang terpenting aku tidak disana lagi.
Nah pada kesempatan inilah aku mulai kembali bersemangat untuk mengubah diriku agar tidak pernah di olok olok. Waktu itu aku mulai menjauh terhadap teman teman yang suka mengolokku walaupun mereka sempat terkejut apa yang membuat diriku berubah. Tapi tiu tidak kuhiaraukan aku muala PD mulai bergaul kepada orang orang jawa yang akhirnya Alhamdulillah sedikit demi sedikit aku tidak lagi di olok olok. Yang akhirnya tampa sadar aku Selesai Ujian Nasional…………..
Kembali Rasa takut ku alami menjelang Pengumuman kelulusan SMP. Hmm waktu itu emang kondisi keluarga Kakaku lagi banyak froblem terutama adanya oknum yang tidak menyukai keluarga kakakku sehingga saat itu kelurga kakakku pindah rumah dimana mereka pinda di tempat Emak dicurup... disitulah kembali perjalan sedih datang kembali...waktu itu aku mulai menyiapkan diri untuk bergegas pulang kecurup karena rumah kos yang aku tinggal sekarang sudah habis sewahnya. Sambil menunggu pengumuman aku disuruh keluarga untuk pulang ke tempat emak dulu.
Waktunya aku menjadi remaja yang tegar
Hari terus berganti- waktu terus berjalan waktu yang membuat diri ini Dag Dig Dug menunggu hasil kelulusan Ujian Nasional Tinggkat SMP hmmm akhirnya waktu pengumuman telah di informasikan Alhamdulillah akhirnya aku lulus Ya Allah terimakasih atas pertolonganmu sujud syukur ku persembahkan untukmu ya Allah...
Malam itu saat berkumpul dengan keluarga kebetulan kakak dan keluarga sedang berkumpul, Aku sengaja ikut berkumpul di antara mereka. Dengan perasaan yang bahagia kulihat senyumam Emak yang terlihat bahagia sekali karena anak-anak sedang berkumpul. Nah saat itulah suasana mulai hening sejenak ketika membahas bagaimana sekolah diriku untuk yang akan datang. Waktu itulah awal dari rasa kesedihanku hadir lagi dimana saat tak ada kakak yang bersedia mengajaku sekolah. Jujur saat itu tampaku sadari tetesan air mataku megalir. Entalah emang mukin ini perjalanan hidupku
Seminggu telah terlewati waktu terus berjalan seperti air yang tiada henti mengalir tak terasa pembukaan PSB tingkat SMP Telah dibuka teman-tema lama disibukan mendaftar kesekolah yang disenangi. Akan tetapi kesibukan itu tidak dirasakan oleh diriku.
Hmm betapah malang ya...nasibku ini sapaku dalam hati. Dimalam harinya aku ditemui oleh kakak perempuanku dia berkakata dek kenapa diam saja...hmmm ngaklah wo cuman sedih teman-teman sudah mendaftar sekolah sedangkan aku belum sama sekali.. Entah mengapa disaat aku sedih tiba-tiba ayukku menawari hmmm iya pendi gimana kau tinggal ke.......Bersambung
Langganan:
Komentar (Atom)


