Sabtu, 21 November 2015

Emak Tercinta..................
Semoga Lekas Sembuh

3 HARI TEGANG...............Membawa BERKAH






*3 Hari tegang.......membawah berkah********
**Peristiwa 2011 di bulan pertengahan januari  yang terkenang olehku..............(R)
***************************************************
ka sangka, sebelumnya tidak terpikir oleh ku atas kejadian ini tapi ini semua telah di atur oleh allah, jujur saat itu sebelum peristiwa itu terjadi aku merasa yakin sekali dengan sesuatu itu, tetapi nyatanya........Setelah ku menanti beberapa jam...aku dikejutkan dengan suatu hal.......Astafirullah halazim. dengan jatung yang hampir copot, perasaan yang gemetar, jari jari telunjukku yang berkeringat, . aku belum percaya apa ini mimpi atau kenyataa.......sejenak aku terdiam aku tarik napas tinggi ting lalu aku keluarkan dengan perlahan.lalu ku coba lagi melihat sesuatu tersebut.......ternyata.........itu memang benar peristiwa ini terjadi untukku.ya tuhan (perasaaanku saat itu) dengan kekecewaan yang begitu mendalam..aku berusaha untuk tegar.......denga gaya berjalan yang lesuh kemudian ku tancapkan Gas motorku untuk meluncur pergi kesuatu tempat.setiaba di daerah kucoba yakinkan diri untuk berusaha kembali kedua kalinya walupun perasaan ku saat itu sebenar sudah galu.terus aku yakikan bahwa esok hari aku akan menjadi  seorang yang lebih bahagia dari hari ini, Beberapa jam telah kulewati.menit demi menit telah kulewati....tiba saatnya malampun tiba.diselah selah malamku kulewati dengan kondisiku yang begitu menegangkan karena aku teringgat kejadian  bebrapa jam yang lalu.sampai sampai aku rasakan tubuhku malam itu teras nyeri dan saki.......Kembali aku teringat Sebelum peristiwa menyedihkna itu terjadi.malam sebelumnya aku terbangun kebetulan malam itu   jam dinding dirumahku mati.jadi aku terbangun dan aku lansung Qiaumul Lail ditenga tenga malam itu juga aku berdoa semoga esok hari aku mendapa sebuah Reward/pengrgaan yang menentukan Nasibku........Tapi itu hanya kenangan Jujur Malam itu aku menagiss..........Mengapa peristiwa ini terjadi pada diriku..........Tetapi aku tetap Optimis walupun malam itu kedua kalinya aku aku harus menyakinkan diriku akan berhasil dan berusaha semaksimal munkin..........Mlampun aku lewati seperti hari pertam malam itu aku Qiaumul Lail dan berdoa kembali..........Cling Tak tersa pukul sudah menujukan jam 09.00 dag dig dug hatiku mulai gemetar kembali.......ku yakinkan bahwa yang kedua kali ini aku pasti berhasil......................Alhamdulillah akhirnya selesay juga...........Tinggal menunguh hasinya..........hari itu dengan perasaan yang penuh keyakinan aku terus tetap optimis.walupun setiap aku langkakan kakiku entah mengapa perasaanku gemetar sekali.aku kulur kilir berjalan tidak keruan...sampai saat itu tampa aku sadar ada yang merekam dg vidio diriku di saaat aku tegang dan lbingung mukin inilah yang namanya kecemasan. Dag dig dug Akhirnya segerahlah di umumkan .......................Dengan penu  semangat aku langsung melihat hasilnya...............Wahhh Peristiwa itu terjadi lagi..Ya allah kenapa harus seperti ini.........................Masya allah hari itu aku meras peristiwa yang lebih parah untuk diriku, untung teman meriward.........tapi Rasa sedih yang mendalam itu sepertinya lengket sekali pada diriku sampai aku erasa bingung.dan sempat lingling.aku menagiss dalam hati........menagis menangis......Jujur memang tidak kutampakan tagisanku pada orang disekitar.tapi entah mengapa Psikologis ku menunjukan aku sangat kecewa.....yahhhh mengapa ini terjadi pada diriku............jujur aku meras sangat jarang kecewa yang mendalam tapi hari ini.........wuihh pedih pedih pedih.............Astafirullah........dalam hatiku berkata ini bukan segalah galanya. untung secara kejiwaaan hari itu aku termasuk orang yang tegar.........Akhirnya ku cuba ikuti peristiwa yang ketiga kalinya...........walupun Tubuhku terasa berat lebih dari hari kemarin.......Dengan perasaan akhirnya detik demi detik, jam demi jam terlewatkan juga hari yang kedua yang menyedihkan itu.......Tak terasa malapun telah tibah seperti biasanya aku coba kembali berusaha........jujur usaha yg ketiga kali aku aku akui usaha yang bisa dibilang usaha dalam kondisi yang sangt sedih terutam diriku yang sudah hampir putus asa..........Tapi dengan Spritual diru alhamdulillah aku masih istkoma dan berharap semua kejadian ini pasti ada hikmanya........Aku menangiss lagi(dalam hati berkata ngak percaya sekali peristiwa ini aku alami)........Tidak tersa ternyata hari suadah siang. kesempatan terakhirku.adalah hari ini pabilah ini juga tidak berhasil maka putuslah harapanku..................
Wuih waktunya telah tiba..........dengan perasaan tengang aku terus meyakinkan diriku bahwa aku akan berhasil..........
Jreng waktu pengumuman yg ke tiga telah tiba.............dalam hati sellu menyebut nama ya alllah..........ya allah aku mhon bantulah aku yang terakhir ini yallah.....................ya allha.............yallah.Pengumuman telah tiba.waktu itu  aku tidakmenunggu pengumuman karena aku sedang sholat asyar..........setelah sholat asyar..........kemudian barulah aku menuju tempat pengumuman tersebut..........belum sampai di pintu aku dikejutkan dengan........temanku dia bilang  X kamu yang sabar ya............dan sekarang kamu dipanggil............ Dag Dig Dug hampir copot jantungku yang ke 3 kalinya..ya alllah apa benar yang dibilang temanku..............Dalam hatiku berkata............Kemudian kutegarkan hatiku lalu aku memasuki temapat pengumuman.dari jarak jau ku lihat ada seorang yang terseyum dan bilang selamat kamu berhasil dengan..........hasil yang memuaskan.(aku terseyum) benarkah itu yang benar.........alhamdulillah walaupun yang ke 3 kali aku berhasil tapi aku puas karena hasil jeri payahku................Dengan penuh terimakasih aku mengucapakan rasa syukur  padamu ya allah yg sebesar besarnya...........tapi aku masih berharap ada hikmah apa dibalik semua ini.....TERNYATA..............esok harinya aku dikejutkan dengan kebahagiaan yang LUARBIASA......sUBHANNALLAH, aLHAMDULILLA,aLLAH hUAKBAR.k..........Rahasia dong ini hanya diriku  dan allahlah yang tau............Amin terimahkasi ya allah.
*******Kejadian  tejadi bebrapa hari yang lalu, dg kejadian ini telah meberikan diriku pengalaman yang luar biasa, dan aku berharap aku tetap menjadi diriku sendiri yang mempunya prinsip, Dan perlu semuanya ketahui Keyakinan yang mendalam akan mecapai sebuah kesuksesan.............ingat.....Bersungguh sungulah dalam Bertindak  serta teruslah bersabar kalau belum berhasil..pastilah ada hikmanya. tetap semangat semuanya ya...............

Cerpen " KETIKA EMAK PERGI"

“KETIKA EMAK PERGI” Oleh Rajab Effendi, S.Pd.I TEACHER SDIT RABBY RADHIYYA

3 Februari 2013 pukul 11:05
“KETIKA EMAK PERGI”

Oleh Rajab Effendi, S.Pd.I
TEACHER SDIT RABBY RADHIYYA

Prinsip hidupku adalah  jangan pernah berhenti berharap untuk menggapai suatu cita-cita. Karena dengan berharap yakinlah cita-cita itu satu persatu akan terwujud. Kata-kata itulah yang mengenang dipikiranku saat aku mengikuti seminar nasional. Saat itu aku ingat sekali trainernya berasal dari Bandung. Dimana saat itu beliau meminta peserta seminar untuk menuliskan kata-kata impian apa saja yang diharapkan oleh peserta. Youps waktu itu aku ingat ada 25 impian yang kutulis. Hmmm hari yang membuat langkahku tetap selalu semangat kalu aku ingat kata-kata tersebut……
Tanpaku sadari hari ini bagian dari impian itu terwujudkan dimana beberapa teman sekelasku mengucapkan ucapan selamat kepadaku. “Selamat ya Agil akhirnya kamu lulus dengan nilai terbaik”, Hmmmm siapa yang tidak bangga punya teman sepertimu Gil. Siapa dulu Agil Prasetiyo. Hujar teman-temanku. Ia teman-teman makasih atas pujiannya inikan berkat teman-teman juga kalau tidak kalian yang memotivasiku mungkin aku tidak akan bisa meraih prestasi seperti ini.
Pengumuman-pengumuman, Assalamualaikum Wr. Wb. Terdengar suara dari ruangan kantor tempat dimana hasil rekapan kelulusan ditempel. “Hei teman-teman suaranya dipelankan sedikit sepertinya ada informasi dari kepala sekolah, Ujar Agil terhadap teman-temannya. Secara serempak semua siswa konsentrasi mendengarkan pengumuman yang berbunyi “Anak-anak sekalian Bapak informasikan kepada seluruh siswa yang dinyatakan lulus untuk segera menyiapkan syarat-syarat SPMB mengingat pendaftaran tewrakhir 3 Agustus 2012, informasi lebih lanjut silahkan temui ibu Eko Caha Ningsi, SP.d.I terima kasih….
Kelas menjadi hiruk setelah mendengar pengumuman dari Bapak Kepala Sekolah. Saat itu Agil tidak seheboh teman-temannya yang disibukkan engan pengumuman tersebut. “Gil ayo…. Kenapa diam saja mari kita lengkapi persyaratannya, ujar Vian. Agil hanya diam membisu… hmm maaf Vian sepertinya aku tidak bisa ikut SPMB. Lohh mengapa? Bagaimana ya… kamu tahu sendirikan keadaanku sekarang ini saja aku sangat beruntung bisa tamat SMA dan juga dirumah aku tinggal hanya bersama Emak, kamu tahu sendirilah kalau Emak sering sakit-sakitan untuk sekarang ini biarlah aku tiak ikut dulu Insya Allah kedepan kalau ada peluang dan rezeki aku pasti ikut. Iyalahh apa mau dikata Gil kalau itu sudah keputusan dirimu. Sebenarnya jujur sayang sekali kalau kamu tidak ikut, aku yakin sekali pasti kamu bisa diterima diperguruan tinggi, apalagi kamu siswa yang berprestasi disekolah ini ujar Vian meyakinkan Agil agar bisa ikut. Sudahlah Vian buruan kekantor ambil formulirnya nanti habis. Oya Vian aku langsung pulang ya aku tidak sabar lagi ingin bertemu Emak. Aku ingin memberitahukan kabar kelulusanku. Iya Gil salam sama Emak.
Dengan langka yang semangat Agil langsung buru-buru pulang kerumah. Waktu itu jarak rumah Agil lumayan jauh sekitar 5 kilo, kendaraanpun sepi sehingga Agil nekat berjalan kaki pulang kerumah. Gemericik rintihan hujan yang semakin deras. Badan Agil yang semula kering menjadi basah. Akan tetapi Agil tetap melanjutkan perjalanannya untuk pulang kerumah karena dia tidak sabar memberi kabar gembira ini pada Emak. Hati Agil bergelorah riang tak menentu, perasaannya bertabur bahagia. Iya tidak terbayangkan kalai dia bisa lulus dengan nilai terbaik. Emak pasti senang mendengar kabar ini ujar Agil dalam hati.
Alhamdulillah akhirnya sampai juga aku dirumah, Assalamu’alaikum Wr. Wb. Tok…tok….tok…Emak buka pintunya ini Agil sudah pulang. Tok….tok…tok    Emak….Emak kenapa tidak dibuka pintunya ya…. Emak kemana, perasaan Agil agak heran. Jangan-jangan Emak lagi tidur ni, coba aku lewat belakang saja semoga pintu belakang tidak dikunci. Prakk kok pintunya nggak dikunci. Kok Emak tidak ada ya…. Kemana Emak ya… Coba aku kesebelah dulu tanya sama Ibu Demis tetangga sebelah. Bu bu Ibu Demis tahu tidak Emak kemana aku cari diwrumah Emak nggak ada. Emak tadi pamit nggak pergi sama Ibu? Maaf nak Agil tadi ibu tidak melihat Emak. Akan tetapi kata suami ibu Emak tadi dijemput oleh seorang pria pakai mobil. Tapi ibu tidak tahu siapa seorang tersebut. Iyalah bu terima kasih ujar Agil. Dalam hati Agil bertanya-tanya siapa yang menjemput Emak ya….
Kembali Agil pulang kerumah… Iayalah sudahlah aku tunggu dirumah saja semoga sebentar lagi pulang. Sambil menunggu Emak pulang Agil mau bersih-bersih dulu ah. Saat bersih-bersih mata Agil terpana melihat kursi kesayangan Emak. Ehmmm dengan senyuman yang dalam Agil teringat Emak yang selalu duduk di kursi itu terutama dipagi hari dan yang tidak bisa dilupakan adalah adanya teh secara rutin di atas meja tersebut. Spontanitas Agil duduk di kursi kesayangan Emak tersebut untuk melepas kerinduan.
Assalamu’alaikum Wr. Wb. Terengar suara dari depan rumah.. Tok….tok… Iya tunggu sebentar ini pasti Emak yang pulang… Ewmak. Oooo maaf bu pikir tadi Emak yang pulang. Ternyata Ibu Demis tetangga sebelah yang datang. Ada apa bu… Ini Gil dengan suara yang ngos-ngosan sepertinya ada yang ingin disampaikan oleh Ibu Demis terhadap Agil. Hmm Agil heran kenapa ekspresi wajah Ibu Demis sedikit tegang tidak seperti biasanya. Kembali Agil bertanya ada apa bu…. Gil Emak sudah pulang belum? Belum bu. Kenapa? Ini Gil barusan diseberang sana dekat rumah Pak De Sujud ada yang mobil kecelakaan dapat informasi penumpang luka parah. Inalillah emang kenapa bu… ibu takut jangan-jangan penumpang tersebut …. Apa???? Spontanitas jantung Agil berdetak kencang, perasaannya kacau tidak keruan rasa akan nada banjir tangisan yang besar dipipinya, tubuhnya gemetar seolah-olah terjadi gunjangan dahsyat. Tidak pikir panjang Agil langsung lari sekuat tenaga untuk menghampiri keramaian. Emak… Emak… tiba-tiba terdengar suara PROKKK bunyi suara kaca jatuh ke lantai. Ternyata kaca itu adalah segelas teh yang ada di atas meja telah terjatuh sehingga membangunkan agil dari tidur. Astagfirullah ini hanya mimpi.
Waktuitu pukul menunjukan pukul 16.00 wib. Agil masih tegang akan barusan mimpi yang dialaminya. Agil terdiam sejenak da berfikir mengapa Emak belum pulang juga. Dalam hati Agil berdoa Ya Allah semoga Emak sehat Wal’afiat. Hmmm Astafirulah sekarang sudah jam 16.00 wib. Agil teringat kalau dia belum sholat Asar.
Setelah melaksanakan sholat Asar pada saat Agil merapikan tempat sejadah. Tiba – tiba terdengar suara dari luar “Assalamualaikum, Wr. Wb. Tok…tok… Walaikumsalam, Wb. Wr. Agil terdiam sejenka teringat mimpi barusan. Dalam hati Agil berkata kenapa persis dengan kejadian mimpiku tadi. Kembali perasaan Agil resah, akan tetapi Agil yakinkan perasaannya kalu itu pikiran yang nyeleneh saja. Hmm ia tunggu sebentar. Pada saat pintunya dibuka prokk Emak…Emak. Agil langsung memeluk erat-erat. Emak kemanjo ajo,  Agil kuatir dari tadi Agil Nunggu Emak. Iyo nak maafkan Emak, Oya Mak tunggu sebentar ado yang ingin aku kasih tau sama Mak. Agilpun ke kamar mengambil kertas bertuliskan Agil telah lulus. Mak Agil lulus dengan nilai yang memuaskan, sambil menangis bahagia Agil Memeluk Emak, “Allhamdulillah Mak senang dengarnyo Gil.
Kukuruyuukkkkkk pukul menunjukan jam 06.00 Wib. Agil dan Emak seperti biasanya membuat gorengan dititipkan di warung ibu Demis, maklum untuk mencukupi kebutuhan ewkonomi Emak sengaja membuat makanan untuk dititip kewarung. “Ehmmm Mak tahu tida gorengan Emak ini menurut aku gorengan terbesar didunia he he he. Ujar Agil terhadap Emak sambil bercanda. Oya Gil Emak buliah bertanyo samo kaba dak nak? Tanyo ap Makku, serius nian iluak o….
Agil berhenti sejenak membuka kulit pisang karena melihat terpancar pertanyaan serius yang keluar dari Emak. “Ini Emak  ndak tanyo emak dengar kawan-kawan kaba lagi disibukan daftar sekulah lagi. Apa benar nak.”Au Mak. Knapo kau idak ikut nak ujar Emak. “Agil hanya diam membisu atas pertanyaan yang Emak lontarkan …yang sebenarnya pertanyaan Emak itu sangat membuat hatiku terenyuh tampaku sadari air mataku menetes dipipiku betapah sedihnya hati ini seandainya Emak tahu apa yang dikatakan Emak barusan itu merupakan hal yang aku impikan selama ini.
“ gill …gill kamu menagis yo..? tidak mak, aku sedang bahagia hari ini aku bisa membantu Emak buat gorengan, Mak tahukan selam ini Agil pagi-pagi sudah berangkat sekolah, ujar Agil yang menyembunyikan perasaanya. “Ugh..ugh” suara batuk Mak kembali keluar. Oya Gil, Mak berharap Agil bisa kulia jugo seperti kawan-kawan kaba. Karena Mak ndak nian melihat Agil melanjudkan sekulah ke perguruan tinggi. Ia Mak Insya Allah………Semangat Agil muncul kembali setelah mendengar ucapan dari Mak barusan.
Esok harinya dengan penuh semangat Agil bangun pagi-pagi. Setelah sholat subuh Agil tidak segera beranjak dari sejadah lusuhnya, dengan pandangan kosong Agil menatap ke langit-langit kamar. Dalam benaknya yang ada hanya celengan ayam dengan beberapa rupiah didalamnya. Agil menarik nafas dalam, lalu bergumam biarlah kupecahkan saja celengan itu pasti mak tidak mempunyai uang untuk membiayai pendaftaran, untuk makan sehari-hari saja susah Mak dapatkan. Agil akhirnya merealisasikan keinginan niatnya tersebut.
Tok…tok… Emak mengetok pintu kamar Agil,”Gil sudem jam brapo sekarang, brangkatlah kelo telat!”. Iya Mak ujar Agil Seraya membuka pintu. Agil pamit Mak….. Assalamua’laikum … Walaikum’Salam.
Sesampainya dilokasi pendaftaran Agil bertemu dengan Roy sahabat dia disekolah. “Agil kamu ada juga disini ya, hmmm, pasti berubah pikiran ya untuk tidak ikut daftar…ujar vian, iya gil aku ingin mencoba mendaftar juga, kemaren emak berkata dia ingin melihat aku melanjutkan sekolah perguruan ti nggi lagi aku ingin mewujudkan keinginan Mak jadi oleh karena itu aku ikut …. “ ooooo begitu ya ujar Vian sambil tersenyum bahagia melihat semangat sahabatnya. Akhirnya keduanya mendaftar dan tidak sedikitpun ada masalah dalam proses pendaftaran. “Alhamdulilah Gil akhirnya selesai juga urusan ini.” Ia Vian. Oya Gil besok aku jemput ya kita berangkatnya serempak, soalnya tesnya besok jam 08.00. serius Vian!”, ciusss kalee he he he. Ok aku tunggu ya …. Setelah sampai dirumah Agil dikuatirkan oleh keadaan Emak, karena malam itu tubuh Mak terasa panas. Sehingga malam itu Agil tidak sempat belajar karena tidur terlalu malam.
Bremmm…bremmmm motor Vian telah menunggu diluar rumah. Agil …teeeee teeeeeee bunyi spion Agil menandakan kalau Vian mengajak Agl Buruan berangkat. “iya Gilll tunggu sebentar !!. Waktu itu Agil sedang bersiap-siap karena Mak masih belum sembuh jadi pagi itu Agilnya yang membuat semuanya gorengan.
Mak…Mak Agil pamit dulu ya….. sebenarnya langka Agil berat sekali untuk berangkat karena tidak tega melihat Emak sendirian dirumah. Agil hanya titip sama Bu Demis untuk melihat-lihat keadaan Emak drumah. Bremmmmm lalu Agil dan Vian berlalu menuju ke lokasi tes.
“Alhamdulillah Gil akhirnya selesai juga tesnya, gimana susah tidak Gil mengerjakan tadi. Alhamdulillah sedikit susahnya… Oya Vian kapan pengumuman kelulusan. Kata Panitia besok jam 08.00 Wib. Seluruh peserta hadir karena akan ada pengumuman peserta terbaik yang menapat beasiswa unggulan. Iya ya …. Ujar Agil yang masih gelisah akan keadaan Emak dirumah. Oya Gil Aku pulang duluan ya… Ayo!! Aku juga mau pulang….
Setelah sampai dirumah Agil mengetok pintu Tok….Tok…. Emak Assalamu’alaikum… Waalaikumsalam. Lah Mak sudah sewmbuh bukannya Mak sakit. Alhamdulillah Nak Mak sudah mendingan. Oya gimana tes Alhamdulillah Mak sukses… Agil senang sekali karena Mak kelihatan sudah lebih baik keadaannya. Mak besok pengumuman kelulusan mohon doanya Mak, iya nak….
Malampin tiba waktu itu Emak meminta Agil untuk sambil mengurut kedua kakinya. Gil tidak disangka ya… sekarang kaba lah besak. Mak berpesan kelak misal kau lulus tes besok jangan lupo sujud syukur dan rajin-rajin belajar semoga kaba kelo jadi jemo sukses. Aminnnn…..
Pagi yang cerah suasana yang hening membuat keanehan yang luar biasa pada pagi itu. Karena Agil melihat ada yang berbeda. Tidak biasanya wajah Emak yang biasanya kulihat lelah, hari ini terlihat begitu ceriah seolah hari ini spesial buat diriku tidak seperti hari biasanya…..” Gil…Gil sarapanlah negal lagi kato kaba malam tadi mau pergi melihat pengumuman. Iya Mak…. Bentar lagi. Dengan perasaan bahagia Agil merasakan hari ini adalah hari yang tidak pernah terlupakan dimana Agil merasa begitu besar kasih sayang Emak terhadap Agil. “Ya Allah Semoha Mak sehat wal’afiat seperti ini selamanya ujar Agil. Tiba-tiba terdengar suara motor dari luar Bremmmm…Bremmmm. Gil ayo kita berangkat Ujar Vian yang baru saja tiba. “Ia tunggu sebentar. Dengan perasaan bahagia Agil dan Vian pun berangkat menuju pengumuman. Diperjalanan Agil terus bero’a semoga dia dapat lulus dan dapat melanjutkan sekolah keperguruan tinggi. Agil sejenak ingat harapan Mak… yang ingin melihat Agil bisa sekolah tinggi. Sesampai di epan papan pengumuman yang telah dipenuhi oleh kerumunan calon mahasiswa baru. Aku dan Vian pun terpisah mencari urutan abjad nama kami masing-masing. Aku menemukan namaku, sekujur tubuhku dingin, kakiku gemeteran, dan etak jantungkupun berlari. Bismillah Hirohmannirohim lalu aku telusuri baris pada kolom yang memuat angka dan kelulusan. “Allahu’akbar Aku Lulus!” teriaku spontan seketika itu juga lututku yang gemetaran ku jatuhkan kelantai laluku bersujud (………………..) terima kasih ya Allah Kau telah memilihku menjadi mahasiswa unggulan, lulus tes dengan nilai terbaik dan berhak mendapat beasiswa pendidikan. Aku teringat Mak dirumah untuk segera memberitahukannya bahwa aku Agil Prasetiyo anak laki-lakinya mampu mewujudkan harapan dan do’a-do’anya.
Aku berbalik dan keluar dari kerumunan untuk segera pulang kerumah. Saat itu langit gelap ditutupi awan hitam, hujan mulai turun rintik-rintik. Angkutan umum yang aku naiki dan akan mengantarkan aku menemui Mak berjalan lambat, tersadar aku telah meninggalkan Vian sendirian di papan pengumuman, aku baru ingat bahwa aku lupa berpamitan padanya tadi.
Wajah mak pasti akan berbinar bahagia jika nanti aku menyampaikan berita bahagia ini padanya, akan aku dekap tubuh rentanya, akan ku cium pipinya yang telah mengeriput dan ku bisikkan ketelinganya “Emak aku lulus dan mendapat beasiswa hingga akhir studi”. “Turun dimana dek???” pertanyaan sopir membuyarkan lamunanku. “di depan rumah produksi manisan terong pak” jawabku.
Lalu lalang ibu-ibu yang memakai kerudung keluar masuk gang rumahku, terlihat bendera kuning yang dikibarkan disisi kiri jalan. Aku tidak begitu memperdulikannya, yang ada dalam pikiranku adalah Emak dan senyum manisnya ku anggak kepalaku terlihat didepan rumahku banyak orang. Hatiku mulai berkecamuk apa yang terjajdi dengan Emak. Tidak mungkin Mak meninggal dan orang-orang itu adalah pelayatnya. Aku berlari sekencang yang aku bisa agar aku segera tahu apa yang terjadi dirumahku. Emakkkkkk…………… dari depan pintu terlihat olehku sekujur tubuh emak yang telah mengkaku di tengah-tengah kerumunan orang di ruang tamu. Aku menghambur ke dalam kerumunan, mendekap tubuh emak yang tidak lagi hangat, yang tidak lagi melihatku dengan tatapan teduh karena matanya telah tertutup rapat. Senyum emak memang mengembang, tapi tidak untuk merayakan kelulusanku seperti yang telah aku bayangkan.
Emakkk… mengapa Engkau pergi di saat aku ingin mengungkapkan rasa sayangku padamu, aku ingin mak tahu bahwa aku bisa membanggakan Emak, aku mampu mewujudkan keinginan Emak….!!!
Ketika Emak PergiKetika Emak Per

Kisah Inspirasi Seorang Anak daerah terpencil "Perjalanan Hidup Penuh Liku-Liku

KISAH NYATA INSPIRASI


Kisah ini diceritakanoleh seoran anak yang bernama Rajab effendi beliau lahir pada tanggal 5 April1986 bertempat tinggal di di sebuah kota dingin yaitu kota curup awalnya sekaran menjadi kota kepahiang. Beliau tamat SD tahun 1999.SMP 2002 dan SMA 2005. Beliau hidup dalam keluarga yang sederhana orangtuanya bernama ayah Nurdin(ALM), Ibu(Nurma),dan Kakak Pertama (Sudirmanyah)Ayuk yang ke 2(Desih Hidayati), Ayuk ketiga (Kusni Patima) dan terakhir Saudara Kembar Yaitu (April susandi)
Sengajah kisah ini diceritan oleh belau mengingat beliu ingin sekali berbagi pengalamana hidup. Walaupun tidak bis dengan harta tapi denga ntulisan ini beliau berharap bermanfaat untuk menjadikan Inspirasi Bagi semua kalangan.
Beliau sebenar bukan seorang penulis tapi karena beliau hobi mengarang terpikirlah oleh beliau kalau Perjalan hidup yang selama ini biSA menjadi ispirasi.Karena dalam kisah ini terdapat suatu makna baginya dimana Dengan Rasa yang penuh keyakinan beliu yakin pasti berhasil. Buktinya setiap lanka yang ia lalui Subhanalla ad saja Allah SWT Membantunya
Semoga Kisah ini bermanfaat bagi semua kalangan mohon doanya semoga penulis bias melanjudkan menulis hingga akhir hayatnya dan mohon doanya semoga apa yang ia cita citan dapat berhasil..............
*Ayah jangan tinggalkan Kami
Awal sebuah kehidupan yang dimulai, waktu itu usiaku 7 tahun waktu itu aku duduk di bangku kelas 2 sd saat itu aku tumbuh seperti anak anak yang lain yang suka bermain. Saat aku asik sedang bermain tiba tiba aku dikejudkan bahwa ayah meninggal dunia . tapi waktu itu aku masik kecil jadi aku merespon santai aja…tiba entah mnapa perasan aku ngak enak jadi akupun pulang kerumah dalm perjalanan aku terkejut kenapa orang berondonh bonding kerumah ku emang ada apa (piker aku waktu kecil saat itu snagat polos. Dengan peraasaan penasar aku buru pulang kerumah sesampai dirumah aku dikejudkan melihat ayah dudk di atas kursi sedang santai tapi aku lihat matanya kok melihat ke atas jadi aku kaget, tiba tiba dari sebelah kamar ku dengar ibu mengangis terseduh seduh. Selaku anak kecil takutkan jadi aku ikutan menangis.
Berjalanya waktu akhirnya aku sadari bahwa ayah telah meninggal. Hari hari tampa ayah membuat ibu menjadi sebuah pengalaman baru bagi ibu dimana ibu harus hidup tampa ayah apalagi saat itu kami semuanya masih sekolah dan membutuhkan dana dengan ketegaran ibu akhirnya ibu membiasakan berkerja untuk memenuhui kebutuhan kami.waktu itu ayah meninggalkan kami berlima yaitu ibu sendiri dan 4 orang anak yang pertama Wo Desy, Yang kedua Wokus dan yang ketiga dan keempat saya dan saudara kembar yaiutu April Susandi.
Pada saat itulah kehidupan dimulai aku mulai di hadapi cobaaan, terkhususnya pada diriku .saat saat kulaui hidup tampa seoarang ayah, aku selalu membantu ibu kadang aku ikut berjualanan kepasar. Ibu sering sekali kepasar waktu itu ya.. demi anak anaknya yang pasti butuh makan. Kebetulan aku waktu itu sudah mulai besar jadi aku rajinsekali membatu ibu apalagi kata ibu akau udah kelas 4 jadi udah gedek kata ibu….
Sebuah pengalaman yang aku igat waktu itu ialah saat itu aku sering sekali mencari barang bekas untuk jajan kata ibu kalu mau jajan belajarlah mencari uang sendiri alhamduliilah akhirnya aku sudah bisa amencari uang walaupun seadanya………….
Adalagi sebuah peristiwa yang aku ingat saat itu aku jualan keliling yaitu jualan Tape tiba di belakang ku memangil Tap tape tape sidni Dik saya mau beli tape Toh ternyata orang itu menipu jadi aku di kerjain..tapi biarlah semua ini pasti ada hikmahnya…..Amin
*Tertekan karena teman sebaya…... 
Berjalanya waktu ternyata bukan masalah ekonomi saja yg dihadapi ternyata aku juga mengalami masalah pribadi yaitu tertekan terhadap teman teman sebaya, Mengapa? Karena aku memilki kekurang jadi mereka sering mengejkek ngejekku dan mengolok olokku jadi saat itu aku sering sekali menangis atas olok olokan mereka tapi tidak apalah akukan masih punya sahabat kecil walaupun hanya 4 orang, semakin hari aku lihat teman selalu saja mengolokku tapi aku tetapa sabar yanga akhirya aku yakin nanti mereka akan sadar sendiri dan berhenti mecemoohkan aku. Adalagi yang sedih yang mengolokan itu bukan anak kecil saja tapai anak anak dewasapun saat itu juga sering mencemookan aku. Aku kembali menagis memang boleh dikata waktu itu aku memang cukup cengeng……Hari hari ku lalui dengan perih filu tapi berjalannya waktu tak terasa akhirnya aku sudah duduk dibangku kelas 6. Wah ternyata aku sudah mulai remaja………………..
Waktu itu aku mulai meraskan kecemasan mengingat sebentar lagai pengumuman kelulusan. Bukan hasil ujian yang aku takuti tapi aku taku t apakah aku bias melanjudkan sekolah ke SMP Itu hari hariku dimana di hantui rasa kecemasan……..
Berjalannya waktu akhirnya tiba juga pengumuman kelulusan ya Alhamdulillah aku lulus ujian waktu itu aku Peringkat 5 besar Nilai Nim 35 rata rata 7.8. Tapi saying aku hari itu bingung aku hanya bias terdiam waktu itu PSB Telah dibuka Sahabat teman teman telah mendaftarkan diri ke SMP . sedangkan aku hanya bias diam dan bersedih sambil menangis Tuhan Berilah aku petujukmu agar aku bis amelanjudkan ke SMP
Tampa sadar tedengar suara dari luar. Assalmuaikum….Lalu kubuka pintu ternyata ada kakak dating dari Bayung(sebuah daerah terpencil di kabupaten Kepahiang). Ada apa kak kata diriku?.Eh ternyata kaka mengajaku untuk besekolah di tempatnya…Subhanallah, hari itu aku bahagia sekali ternyata aku bisa sekolah dengan perasaan gembira aku langsun g memeluk ibu , tapi saat aku memeluk ibu perasaan aku berubah menjadi seidh saat itu aku teringat bahwa siapa yang menemani ibu, karena saat itu aku mencintai emak………….
Hari itu juga kakak langsung mitak pendapat Giman mau ngak kalau kamu mau sekolah ikutlah kakak ntar biaya sekolah kaka yang bayar, tapi kalau kamu tidak mau ya tinggal aja disini kamu tapi kamu tidak bias sekolah…………….Sebuah keputusan bagi ku ayng begitu Rumit.
Aku sedih sekali sehingga tampa sadar aku menangis. Aku berkata mengapa kok cobaan ini terjadi pada diriku. Padahalkan aku masih kecil..aku belum sanggup menghadapi semua ini…….Kembali kakak bertanya Gimana? Kalu jadi besok pagi kakak jemput……Kita lihat saja besok kak.
Berjalanya waktu tampa sdar sudah pukul 08.00 Malam aku tidak bisa tidur kebetulan malam itu mati lampu jadi aku tidu di dekat ibu sedangakan mata masih melotot ke atas sambil Menangis….Tiba entah mengapa saat aku menantap sekitar aku terpesona terhadap lampu Kalenng yang ada di dekat aku, saat itu tiba tiba tercetus dibibirku Sebuah Kata , “Aku Ingin Menjadi seperti Lampu Kaleng ” Entah makana apa itu..akupun saat itu tidak tahu…………Tampa sadar waktu sudah pukul 12.00 akupun tertidur…….
Pagi yang cerah akhirnya kuputuskan Untuk mengikuti kakak jadi kebetulan emak sangat mendukung jadi akhirnya Akupun Mendaftar ke SMP disana. Peroses jalanya menjadi seorang siswa yang membuatku sangat bahagia karena disana tak seorangpun tahu diriku. jadi aku benar benaar menjadi ana baru disekolah ku yang baru.aku senang sekali aku punya sahabat baru. Berjalanya waktu aku taksedikitpun teringat emak diasana.Mukin keadaan aku yang s\nyaman saat saat itu sehingga aku konsentarasi ke Sekolah baruku. Berjalanya waktu Mulailah kembali aku tertekan apa lagisaat itu Sahabat baruku Telah pergi pindah sekolah sehingga aku sendiri lagi tapi aku tetap semangat……..Semangatku kendor ketika aku lihat dilinkungan sekolahku mulai aku rasakan tidak nyaman karena orang orang mulai kembali mengejeku seperti di Sekolah Dasar.Entah mengapa orang orang tak henti hentinya mengejekku apa asalahku.Aku kembali menangis……Saat itulah perasanku mulai sangat sensitip menginga usiaku mulai Remaja…Hari hari penuh tekanan bukan saja di sekolah tapi dirumah akupun merasa Tertekan mengingat Istri kakaku yang begitu menurukku tidak enak. Apalagi anaknya yang setiap hari selalu mengejekku. Entalah rasanya waktu itu aku merasa sendiri sekali tidak ada seorang sahabat.apalagi aku di tempat tinggal kakak tidak terlau bebas mengingat istri kakaku yang tida mengizinkan terlalu bebas. So namanya aja tinggal tempat orang jadi Ikutin aja .
Hari hari kulewati dengan perasaan tertekan tapi aku tetap besabar aku yaki suatu hari aku pasti Bahagia….Sebuah kenang yang aku masih ingat ketika dirumah kaka, disan kakaku punya jadwal makan. Jadi aku harus sadar kalau tidak bias makan seenaknya seperti dirumah. Jadi kalu mau makan aku harus menunggu walaupun jujur saat itu aku sering kelaparan…tapi aku coba menahan…Maklum diusiaku yang segitu memang lagi suka suka makan. Ada lagi peristiwa pada saat aku makan waktu itu memang aku pulang sekolah kebetulan belum makan jadi aku mencari sayur ternyata sayurnya hanya sedikit jadi aku ambil semua aku piker semua sudah makan. Toh ternyata anak pertama kakaku tiba tiba mara aku di Omelin jujur anak kakaku usia lebih muda dari aku waktu itu jadi akupyun tidak bias memarahinya. Apalagi aku tinggal dirumahnya.jadi saat itu dengan kondisi yang jengkel anak kakaku meremas Nasi yang ada dipiringku kemudian beliau lempar kedepanku saat itu aku sedih sekali…..
Tapi sudahlah yang terjadi biar terjadi. Peristiwa ini aku simpan dalam dalam tida ada yang mengetahu meskipun itu kakaku sendiri, selain itu banyak lagi peristiwa yang membuat diriku merasa tidak nyaman tapi apa boleh buat aku tetap sabar dan menanti tidak akan selamanya aku berada disini………..
Aku bersedih kembali ketika saat aku mau tidur dimana aku tidur memisah dari anak kakaku mengingat katanya aku jorok kalu tidur yah aku Cuek aja kali waktu itu yang penting ada tempat tidur, kebetulan disebelah ada Gudang jadi diitulah aku tidur yang esok harinya aku membuat tempat tidur di gunang kebetulan ada sisasa busa Lama yang kemudian aku jadikan kasur Wah cukuplah nyaman apalagi didekat meja belajarku. Jujur waktu itu aku sering sekali membuat puisi entah mengapa saat itu aku memang sering buat puisi mukin keadaanku yang menyuruhku mengigat aku sering mengurung. Tapi aku nayaman kok. Nah dari pengalaman yang terjadi setiap hari Mebuatku menjadi kepengen Mendekakan Diri Pada Allah waktu itu Rasa penasaranku pada sang Kholit cukup tinggi sehingga aku kepengen sekali belajar Sholat yang akhirnya setiap hari aku mencoba sholat walupun waktu itu hanya sekali kali. Subhanallah dengan aku sering sholat ternyata menunutku lebih yaki akan kehidupan sehingga waktu itu aku Cuek atas yang telah terjadi. Semakin hari waktu semakin berjalan Rasa Rindu terhadap orang tuapun cuku kuat tapi aku harus yakin bahwa aku tinggal disini ada tujuan baik menuntut ilmu. Buktinya di SMP akupun berprestasi ada pengalaman ketika mau ujian. Saat itu cara belajarku agak ngebut karena akukan oaringnay tak terlau pintar hanya saja Rajin. Jadi kalu mau ulanga aku biasanya tidur malam begitulah aku kalau ujian. Tapi Alhamdulillah hasilnyapun memuaskan. Oya adalagi pertiwa saat itu kebetulan di desa itu Mobil jarang jadi setiap mau berangkat sekoalh aku harus pagi pagi dan kalu naik taksi menunggu di jalan itupun kalu ada kalau tidak ada terpaksa jalan. Begitulah seterusnay kami bersekoalah memang cukup perjuangan kalau sekolah didesa. Ada sebuah kisah ketika aku ditempat kakaku akukan biasanya setiap hari dikasih uang 1000 untuk ongkos dan disisikan di tabung kebetulan waktu itu aku jarang menabung mengingat disekolah aku sering kelaparan jadi aku tidak pernah menabung. Sehingga waktu itu pas di Cek tabungan yang telah dibuat kakak ternyata sedikit sekali tabungan aku jadi waktu itu aku kena marah sehingga ongkosku dikurangai 500 kadang 300. Waktu itu ongkos masih 200. Duh sedih sekali Rasanaya apalagi waktu itu aku baru kelas 1. Jujur ini berlanjud sampai aku kelas 3 aku tidak tahu apa kakaku tau atau tidak kalu istrinya member uang hanya 300 Rp. Tapi aku kira tidak tahu…mengingat kakaku tidak pernahmenanyakan hal itu. Setiap hari mau berangkat sekolah aku selalu Cemas. Mengapa aku takut beginikan aku hanya di kasih 300 Rp jadi giman ya…ketika uangku hilang jadi itulah yang setiap hari aku takuit tapi syukur Alhamdulillah sampai tamat aku tetap lanacar dalam sekoala.oya ada juga saa t itu aku pernah berangkat sekolah pagi pagi jadi kebetulan waktu itu ada yang aksihan sama aku yaiu pak Rustam namnya seingat aku beliau pernah member uang untuk aku jajan subhanallah semoga allah membalasnya. Itu kenangan yang ku ingat samapi mati…
Berjalanya wakut sering sekali aku sambil menyendiri sering membaca buku buku kadang kalau aku bosan aku keluar dan pergi kelapangan ke semak belukar sekedar jalan jalan kebetulan disekitar situ masih banyak hutan jadi sering aku jalan jalan sendiri. Jujur waktu itu aku Rasanya kepengen mencari sahabat tapi siap tak seorangpun yang menjadi sahabat sya mukin karena saya memiliki kekurangan. Ya…waktu itu sya terima kondisi saya…………….
Tak terasa akupun telah duduk dikelas 3 SMP itupun kulalui dengan sebuah kejadian yang luarbias yaitu dimana keluarga kakaku mengali permasalahan di masyarakat dimana waktu itukakaku kepala sekolah jadi beliau sering di adu domba sehingga akhirnya kakak pindah ke Curup sedangkan aku sendirian tinggal diasan kebetulan waktu itu sekitar 3 bulan lagi kami mau ujian waktu itu akupun binging yang akhirnya akupun ikut panda tapai bukan pindah sekolah tapi pindah rumah yaitu Mengekos.
Waktu terus berjalan. Waktu itu itu aku mulai bahagia entah mengapa aku merasa tinggal di tempat oRang orang yang sangat menghargaiku. Dimana disana aku tidak pernah di ejek dan dicemoohkan. Suhanallah Memang orang jawa itu baik. Kalau aku piker ketika aku berada di Bayung aku sering sekali di Olok jadi sering juga tertekan tapi itu aku tidak hiraukan yang terpenting aku tidak disana lagi.
Nah pada kesempatan inilah aku mulai kembali bersemangat untuk mengubah diriku agar tidak pernah di olok olok. Waktu itu aku mulai menjauh terhadap teman teman yang suka mengolokku walaupun mereka sempat terkejut apa yang membuat diriku berubah. Tapi tiu tidak kuhiaraukan aku muala PD mulai bergaul kepada orang orang jawa yang akhirnya Alhamdulillah sedikit demi sedikit aku tidak lagi di olok olok. Yang akhirnya tampa sadar aku Selesai Ujian Nasional…………..
Kembali Rasa takut ku alami menjelang Pengumuman kelulusan SMP. Hmm waktu itu emang kondisi keluarga Kakaku lagi banyak froblem terutama adanya oknum yang tidak menyukai keluarga kakakku sehingga saat itu kelurga kakakku pindah rumah dimana mereka pinda di tempat Emak dicurup... disitulah kembali perjalan sedih datang kembali...waktu itu aku mulai menyiapkan diri untuk bergegas pulang kecurup karena rumah kos yang aku tinggal sekarang sudah habis sewahnya. Sambil menunggu pengumuman aku disuruh keluarga untuk pulang ke tempat emak dulu.
Waktunya aku menjadi remaja yang tegar
Hari terus berganti- waktu terus berjalan waktu yang membuat diri ini Dag Dig Dug  menunggu hasil kelulusan Ujian Nasional Tinggkat SMP hmmm akhirnya waktu pengumuman telah di informasikan Alhamdulillah akhirnya aku lulus Ya Allah terimakasih atas pertolonganmu sujud syukur ku persembahkan untukmu ya Allah...
Malam itu saat berkumpul dengan keluarga kebetulan kakak dan keluarga sedang berkumpul,  Aku sengaja ikut berkumpul di antara mereka. Dengan perasaan yang bahagia kulihat senyumam Emak yang terlihat bahagia sekali karena anak-anak sedang berkumpul. Nah saat itulah suasana mulai hening sejenak ketika membahas bagaimana sekolah diriku untuk yang akan datang. Waktu itulah awal dari rasa kesedihanku hadir lagi dimana saat tak ada kakak yang bersedia mengajaku sekolah. Jujur saat itu tampaku sadari tetesan air mataku megalir. Entalah emang mukin ini perjalanan hidupku
Seminggu telah terlewati waktu terus berjalan seperti air yang tiada henti mengalir tak terasa pembukaan PSB tingkat SMP Telah dibuka teman-tema lama disibukan mendaftar kesekolah yang disenangi. Akan tetapi kesibukan itu tidak dirasakan oleh diriku.
Hmm betapah malang ya...nasibku ini sapaku dalam hati. Dimalam harinya aku ditemui oleh kakak perempuanku dia berkakata dek kenapa diam saja...hmmm ngaklah wo cuman sedih teman-teman sudah mendaftar sekolah sedangkan aku belum sama sekali.. Entah mengapa disaat aku sedih tiba-tiba ayukku menawari hmmm iya pendi gimana kau tinggal ke.......Bersambung

LEGENDA ASAL MULA DESA BATU PANCO (Oleh Rajab Effendi S.Pd.I.

LEGENDA ASAL USUL DESA BATU PANCO CURUP REJANG LEBONG BENGKULU

Pada zaman dahulu kala didaerah Bengkulu tepatnya  disebuah  desa yang dikenal dengan Desa Batu  yang  sangat kecil,  hiduplah seorang pemuda tampan, yang bernama Gading. Pemuda tersebut tinggal sebatang kara disebuah rumah yang sederhana, Gading tidak memiliki sanak saudara. Setiap hari dia selalu berkerja dengan rajin, masyarakat sangat senang sekali dengan pemuda tersebut karena kerajinan dan kesederhanaanya. Dia mempunyai perilaku yang sopan terhadap orang tua. Dia pun terkenal sebagai pemuda yang suka menolong, jadi banyak orang menganguminya. Tidak jauh dari desa tersebut ada sebuah desa yang dikenal dengan desa Dusun Sawah, disana tinggallah masyarakat yang sebagian besar penduduknya mayoritas kaya raya yang bermata pencaharian sebagai petani sawah sehingga  terkenal dengan masyarakat yang mapan, sangat berbeda sekali dengan desanya Gading yang masyarakatnya selalu kekurangan.
Suatu hari ada seorang pemuda sombong, pemuda tersebut berasal dari desa Dusun Sawah, pemuda tersebut bernama Tukiram. Pemuda tersebut sangat terkenal dengan kesombonganya, beliau adalah anak seorang pemimpin desa Dusun Sawah. Pemuda tersebut memiliki sikap yag kurang disukai oleh masyarakat desa Dusun Sawah karena kesombongannya. Ditambah lagi bahwasanya pemuda tersebut memiliki keluarga bangsawan yang menguasai desa tersebut.
Suatu hari pemuda dari desa Dusun Sawah tersebut berkunjung ke Desa Batu. Tukiram pemuda sombong tersebut ingin melihat suasana desa tersebut. Beliau mendapat kabar desa tersebut terkenal dengan banyak bebatuan dan masyarakatnya banyak yang miskin. Oleh karena itu Tukiram ingin sekali berkunjung kesana sekaligus ingin melihat suasana desa tersebut. Diperjalanan Tukiram sang pemuda sombong tersebut bertemu dengan seorang ibu tua. “Hai ibu tua.. tahukah kamu dimana desa miskin yang katanya disana banyak orang miskin ujar pemuda sombong”. Maaf nak desa mana yang ananda maksud ujar ibu tua “ Waduhh tolol sekali, saya pikir ibu tahu…..jangan-jangan ibu ini tinggal didesa miskin tersebut soalnya cara berpakaianya tidak mencerminkan orang kaya”, sahut  Tukiram sang pemuda sombong. Kemudian Tukiram tersebut melanjutkan perjalanya…
Selama dalam perjalanan menuju desa Batu, Tukirman selalu mengoceh “ Waduh begitu jeleknya jalan disini, banyak sekali rumput tajam dan tidak pernah saya lewat jalan yang begitu buruk seperti  ini, dan  desanya pun belum tampak. Dalam perjalanan pemuda tersebut bertemu dengan seorang wanita asli penduduk  desa Batu. Hai wanita jelek, ujar pemuda sombong, saya mau bertanya, “tahukah kamu dimana desa Batu”. Maaf bisakah saudara sopan sedikit bila bertanya…”hmmm ooooo jadi kamu marah ya……hmmm siapa nama kamu? Tahukah kamu sekarang sedang berbicara dengan siapa? Kamu sedang berbicara dengan orang paling kaya didesa Dusun Sawah…hati-hati kalau berbicara…..”, Kata Tukiram.
“Maaf tuan saya tidak perlu tahu siapa tuan, yang jelas tuan tidak memiliki etika dalam bertanya. Sebagai seorang yang memiliki tata krama pastilah beliau berbicara dengan santun apalagi tuan bilang kalau tuan orang kaya tentunya lebih memahami hal tersebut”. Sudahlah… saya tidak butuh ceramah dari anda dan saya juga tidak ada pentingnya bertanya dengan wanita sejelek dirimu….” Tukiram melanjutkan kembali perjalanan dengan keadaan kesal..” Dalam perjalanan  Tukiram si pemuda sombong mampir di sebuah warung kecil dan tidak jauh lagi yang sudah dekat dengan desa Batu. Disana pemuda tersebut beristirahat sambil bertanya kepada penjual warung. “Hai nenek tua….Ada makanan apa saja disini? saya lapar…”. “Maaf tuan makanan apa yang tuan inginkan…disini nenek hanya menjual kue getuk…tuan mau…”, jawab nenek.  “Apa??? Getuk??? makan yang sangat menjijikan, saya sangat tidak suka dengan makan getuk tersebut…waduhh susah sekali ya….mendapatkan makan yang enak disini…” ketus Tukiram si pemuda sombong.
“Begini saja nek, tolong  ambilkan saya air putih, saya haus….”, Tukiram pada nenek. “iya tuan…” nenek tersebut menggelengkan kepala sambil  berucap, Astaghfirullah, siapakah pemuda ini, begitu sombongya. Kemudian pemuda itu melanjutkan perjalanan kembali, diperjalanan pemuda sombong bertemu dengan seorang ibu yang sedang mencari kayu di hutan. “Hai ibu, saya mau bertanya, dimanakah letak desa yang katanya banyak terdapat batu dan terkenal dengan masyarakatnya banyak yang miskin?” Tanya Tukiram. “Maaf siapa bilang desa tersebut miskin, saya berasal dari desa tersebut, saya rasa tuan salah, desa kami desa yang sederhana, walaupun sederhana tapi desanya tentram dan harmonis, ditambah lagi kekeluargaan kami sangat erat”, jawab si ibu. “Ohhhhhhh begitu dimana tempatnya?” tanya Tukiram. “Tuan berjalan lurus nanti tuan akan bertemu dengan sebuah rumah, rumah tersebut tinggallah seorang pemuda yang bernama Gading, tanyakan saja pada pemuda tersebut”, Jawab si ibu. “Oke kalau begitu”, Tukiram langsung pergi tanpa mengucapkan ucapan terima kasih….
Tukiram langsung menuju desa tersebut, disana Tukiram menemukan gubuk yang sangat sederhana. “Halo…halo…apakah ada orang disini….halo…halo…. Tukiram berulang - ulang memanggil namun tidak sama sekali ada tanggapan”. Tukiram melanjutkan perjalanan dan sepanjang perjalanan melihat banyak sekali bebatuan. “Hmm desa ini sangat berbeda sekali dengan desa Dusun Sawah, disini banyak sekali batuan…Kalau desa ini saya bangun pabrik mugkin ini bagus sekali…ini rencana saya”. Kata Tukiram
Tanpa disadari, tiba-tiba ada seorang pemuda. Pemuda tersebut adalah Gading. “Hai tuanku, siapa tuan, mengapa tuan berada disini?” tanya Gading. Jawab Tukiram “Berani sekali kau wahai pemuda bertanya seperti itu kepada saya,  terserah saya kalau saya mau berada disini….Siapakah engkau?”. “Maaf perkenalkan saya Gading penduduk desa ini....” jawab Gading.
“Oo…….Gading namamu, ada berapa jumlah masyarakat disekitar sini wahai Gading?” tanya Tukiram. “Lebih kurang 200 KK”, jawab Gading. Ada apa gerangan tuan menanyakan jumlah warga disini, tidak biasanya ada orang yang bertanya jumlah penduduk disini”, tanya Gading. “Hmm….. saya ingin  kamu kumpulkan masyarakat di desa ini, katakan kepada mereka bahwa untuk mengosongkan desa ini minggu depan karena desa sini akan saya buat Pabrik”, perintah Tukiram si pemuda sombong kepada Gading. “Apa???”, Gading sangat terkejut….”Maaf Tuan, siapa gerangan Tuan beraninya menyuruh warga Desa Batu ini untuk pergi meninggalkan desanya sendiri”, tanya Gading. “Saya adalah sang penguasa karena saya orang yang sangat kaya raya, saya ingin menguasai Desa ini, tidak ada satupun yang berhak melarang perintah saya. Sudah banyak wilayah yang sudah saya kuasi, mereka selalu patuh dan takut pada saya, begitu juga dengan Desa Batu ini….. Ha ha ha….” Seru Tukiram.
“Tidakkk Tuan,, Tuan adalah orang baru di Desa ini.  Saya sebagai penduduk Desa ini tidak akan pernah patuh dengan perintah Tuan dan saya juga tidak akan  mengumpulkan masyarakat desa ini untuk pergi meninggalkan desa ini,  saya dan warga tidak takut kepada Tuan”, ungkap Gading kepada Tukiram.
“Ohhhh…..Siapa kamu sebenarnya, berani sekali kau berkata begitu?” tanya Tukiram dengan marahnya kepada Gading. “Tuan tidak perlu tahu siapa saya, Desa Batu ini adalah desa nenek moyang kami. Tidak ada seorangpun yang bisa mengambil Desa ini karena Desa ini adalah Desa asli masyarakat sini, walaupun kami masyarakat disini hidup sederhana tapi kami sangat bahagia hidup di Desa Batu ini” ungkap Gading.
“Ha ha ha ha berani sekali cakap kau pemuda. Kau seperti orang bodoh yang berpura-pura menjadi pahlawan,, ha ha ha..engkau tidak tahu siapa yang berkuasa di Desa seberang Desa Dusun Sawah……siapa yang tidak tahu Tukiram orang yang paling berkuasa di Desa Dusun Sawah dan siapa yang tidak tahu orang yang paling hebat di Desa tersebut, orang tersebut adalah saya Tukiram… Ha ha ha…..” ungkap Tukiram dengan sombongnya.
“Astaghfirullah…. begitu sombongnya Tuan, perlu Tuan ketahui,, sehebat apapun Tuan,, saya tidak akan takut dan tidak akan pernah memberikan Desa ini kepada siapapun, sekalipun kepada orang yang paling hebat seperti Tuan” tantang Gading. “Hmmm….. berani sekali anda berkata seperti itu kepada saya,, anda hanyalah pemuda miskin yang tidak mempunyai apa apa,, kalaupun anda tetap tingggal di Desa ini juga tidak ada untungya,, hhhaaaa ha, kalau miskin tetaplah miskin tidak bisa kau melawan penguasa seperti saya” jawab Tukiram dengan angkuhnya.
“Sekali saya bilang tidak, tetap tidak Tuan Tukiram,, apapun yang terjadi saya tidak akan menyerahkan Desa ini, walupun nyawa saya menjadi taruhannya.. hmmm…” ungkap Gading dengan tegasnya.
“Ohhhhh….. berani sekali anda wahai  pemuda miskin…anda tidak berhak melarang saya begitu juga dengan warga desa Batu ini, semuanya harus tetap ikuti perntah saya. Saya tunggu beberapa hari kedepan, apabila warga Desa ini tidak mau meninggalkan Desa  Batu ini, maka tunggulah akibatnya”,  ancam Tukiram si pemuda Tukiram.
Pemuda sombong tersebut lalu pergi  meninggalkan Desa Batu dengan meninggalkan perintah kepada Gading dan  kembali ke Desa Dusun Sawah. Beberapa hari kemudian pemuda sombong tersebut kembali lagi ke Desa Batu dengan membawa beberapa rombongan Bodigat. Tukiram dengan rombong  Bodigat akan menjalankan  misinya untuk menguasai Desa Batu. Setiba di Desa Batu, Tukiram dan rombongan Bodigat dihadang oleh masyarakat yang menolak kedatangan Tukiram beserta rombongan. Akan tetapi apa mau dikata ternyata merekapun tidak bisa berbuat apa-apa dan akhirnya pemuda sombong dan rombongan bodigat yang kuat tersebut tetap dapat menyingkirkan masyarakat Desa Batu.
Tukiram si pemuda sombong memberi perintah agar seluruh warga untuk pergi meninggalkan Desa Batu ini dan apabila warga tidak mau, maka desa ini akan diambil secara paksa dan digusur oleh rombongan bodigat. Tiba-tiba datanglah Gading, kemudian Gading langsung yang angkat bicara, “Hai Tuan Tukiram,,, tidakah kau mendengar apa yang telah saya katakana tempo hari kepada Tuan, bahwa kami tidak akan menyerahkan Desa Batu ini.  Oleh karena itu, pulanglah Tuan dan ajaklah rombongan Bodigat Tuan untuk pergi meninggalkan Desa Batu ini”. Mendengar ucapan dari Gading, lalu Tukiram sangat marah sekali, beliau sangat geram…”Hai pemuda miskin….Apa yang bisa anda lakukan untuk mempertahankan Desa ini, lihatlah dirimu sendiri, anda tidak mempunyai apa-apa, jadi pergilah anda dan semua warga Desa ini untuk meninggalkan Desa Batu ini”.
“Maaf Tuan Tukiram,  apa yang anda ucapkan tidaklah benar, saya masih mempunyai hati dan jiwa yang baik, tidak seperti tuan yang serakah dan tamak akan kekuasaan” jawab Gading. “Berani sekali anda berbicara seperti itu kepada saya” ketus Tukiram kepada Gading.
 (Suasana tegang dan hiruk pikuk suara masyrakatpun terdengar geram).
Tiba tiba pemuda sombong tersebut berkata kepada Gading, “Oke kalau seprti itu, saya tidak akan mengambil Desa Batu ini, tapi dengan satu syarat anda harus menyiapkan sayembara, apabila dalam sayembara tersebut saya menang maka Desa Batu ini akan jadi milik saya tapi apabila saya kalah, maka desa ini tidak akan jadi saya ambil”. Suasana hening sejenak, masyarakat bingung apa yang akan dilakukan Gading selanjutnya,  sedangkan gading tidak mempunyai apa-apa, warga takut kalau dalam sayembara tersebut Gading  akan kalah. Warga merasa pesimis dan sedih.
“Tuan Tukiram, tidak  perlu kita mengadakan sayembara, kalau memang Tuan menantang saya, saya ingin mengajak Tuan untuk berpanco, itulah yang saya punya,  kedua tangan saya sebagai jaminan untuk Desa ini,  apabila saya kalah dalam berpanco, maka silahkan Tuan menguasai Desa Batu ini. Saya dan warga akan meninggalkan Desa ini. Bagaimana Tuan Tukiram, apakah anda setuju dengan tantangan dari saya?” tanya Gading.
“Ha ha ha ha……. berani sekali anda,, ha ha ha…. dengan sombongnya Tukiram menyetujui  tantangan dari Gading”, jawab Tukiram.
Akhirnya kedua pemuda tersebut Gading dan Tukiram menyepakati tantangan berpanco. Tantangan tersebut dilaksanakan esok harinya, tepatnya di batu datar terbesar di Desa Batu sebagai tempat pelaksanaan pertandingan panco  pada waktu terbitnya matahari setinggi pundak. Warga Desa Batu sangat terkejut sekali dengan permintaan Gading yang mengajak Tuan Tukiram bertanding panco.  Warga Desa Batu mempunyai harapan yang sangat besar kepada Gading agar Gading dapat memenangkan  pertandingan panco tersebut. Wargapun secara bersama-sama mendoakan Gading agar menang.
Ditengah malam sunyi sebelum pertandingan panco esok dimulai, jam 03.00 WIB Gading menyempatkan untuk sholat Tahajud dengan satu harapan dan doa agar Allah SWT memberikan kemudahan kepadanya dan untuk Desa Batu ini. Tanpa disadari, Gading yang begitu tegar, dalam doanya ia meneteskan Air mata sambil berdoa “Ya Allah Engkau Maha Penolong, Engkau Maha Kaya, hambamu memohon berikan kemudahan dan kemenangan agar hamba bisa memberikan yang terbaik untuk Desa Batu ini dan warga masih tetap tinggal di desa Batu ini melalui pertandingan panco besok..Aamiin”. Gadingpun tanpa sadar tertidur diatas sejadah tersebut.
Kukuruyukk waktu subuh telah tiba, azanpun berkumandang menandakan sholat Subuh telah tiba. Lalu Gading mengambil air whudu dan langsung mendirikan sholat Subuh. Setelah selesai sholat, Gading pun bersiap siap menuju tempat akan dilaksanakan pertandingan panco, tepatnya dibatu datar yg cukup besar. Satu-persatupun warga berdatangan untuk menyaksikan pertandingan panco.
Waktu terus berjalan dan sudah menunjukkan pukul 09.00 WIB akan tetapi rombongan Tuan Tukiram belum juga datang, warga dan Gading sudah 4 jam menunggu. Akhirnya yang ditunggupun telah datang dan suasanapun semakin tegang karena rombongan Tukiram hadir lebih banyak dibanding sebelumnya. Tapi itu semua tidak membuat Gading pesimis dengan keyakinan yang kuat Gading pun siap untuk bertanding panco. Tuan Tukiram pun sudah siap untuk bertanding panco.  Gading dan Tukiram menuju batu datar besar untuk melakukan pertandingan panco. Warga melihat pertandingan dengan jarak yang cukup jauh sekitar 3 meter dari arena pertandingan.
Sebelum dimulai perpancoan mereka berdua diberi peraturan dengan 3 sesi dalam berpanco untuk menentukan siapa menjadi pemenang. Waktu pelaksanaan Pancopun telah dimulai dengan hitungan ketiga mereka berdua mulai berpanco. 1……2……3……. Suasana menjadi tegang. Pada sesi 1, Tuan Tukiram menjadi pemenang, dilanjutkan dengan sesi ke 2, suasana tegang dan panas ditambah teriknya matahari pada siang itu. Pada sesi ke 2, Gading menjadi pemenang dan  warga pun bahagia, akan tetapi masih ada sesi ke 3 yang akan menjadi penentu pemenang pertandingan panco. Untuk sesi ke 3  Gading dan Tukiram diberi waktu sejenak untuk berisirahat. Setelah istirahat maka dilanjutkan sesi ke 3 atau sesi terakhir pertandingan panco. Cuaca menjadi berubah mendung, luka ditangan Gading dari sesi 1 dan 2 pun tidak Gading rasakan, hanya satu yang diinginkannya agar dapat memenangkan perpancoan ini. Waktupun telah tiba, perlombaan sesi 3 segera dimulai, kondisi semakin tegang dan panas,  batu datar yang besar secara tidak sengaja mengeluarkan suara dentuman, tapi suara itu tidak menganggu konsentrasi Gading dalam berpanco. Dengan bantuan Allah SWT, tiba tiba berpancoan berakhir dan Gading sebagai pemenang dalam pertandingan panco tersebut. Terjadi keanehan  setelah pertandingan panco, terlihat bekas panco dari siku keduanya yang berbeda, kedua lombang tersebut ada ketika sesi terakhir. Tanpa sadar warga pun bergembira menyambut kemenangan Gading. Tukiram pun tertunduk mengakui atas kekalahannya, dengan kesepakan yang telah disepakai bahwa pemenang adalah Gading maka Desa Batu ini menjadi pemilik Gading dan warga Desa Batu. Masyrakat bersorak gembira sambil memeluk Gading dan mencium batu. Mereka menyakini bahwa batu tersebut menjadi lambang kemenangan dan merupakan suatu keajaiban yang terjadi karena kehendak Allah SWT.
Gading merasa begitu bahagia walaupun tangannya terluka. Datanglah salah satu warga menemui Gading untuk memberi ucapan selamat atas kemenangan yang diraih dan perjuangan karena mempertahankan Desa Batu. Warga bersorak-sorak atas kemenangan Gading dan atas Desa Batu mereka. Dan pada akhirnya berkat Gading dan pertandingan panco, maka warga sepakat untuk memberikan nama Panco dibelakang nama Desa tersebut sehingga menjadi Desa Batu Panco. Sampai sekarang Desa tersebut terkenal dengan sebutan Desa Batu Panco yang warganya terkenal dengan kemakmurannya. 

Ekstrakurikuler SDIT Rabbi Radhiyyah Curup Rejang LebongEEkstrakurikuler

ekstrakurikuler
Ekstrakurikuler Badminton

Ekstrakurikuler TARI

Ekstrakurikuler Sempoa

Ekstrakurikuler Happy Learning

Ekstrakurikuler Melukis

Ekstrakurikuler Sempoa



Kegiatan " Pembinaan Guru Berprestasi"